Superskor

Insiden Pemain Bola Meninggal Karena Tersambar, Petir di Indonesia Termasuk yang Berkekuatan Besar

Penelitian itu menyebut Indonesia masuk dalam daftar negara dengan sambaran petir paling ganas.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-in Insiden Pemain Bola Meninggal Karena Tersambar, Petir di Indonesia Termasuk yang Berkekuatan Besar
dok.surya
Ilustrasi pemain sepakbola dan petir. 

Yang tertinggi pada bulan Maret, April, dan Mei, atau pada musim hujan. Sambaran agak mereda di bulan Februari.

Mengutip data yang didapat pada laboratorium yang dipimpin Zoro di ITB, Jaringan Deteksi Petir Nasional, Indonesia memiliki hari guruh (hari terjadinya petir dalam setahun) 200 hari.

Sementara Brasil 140 hari, Amerika Serikat 100 hari, dan Afrika Selatan 60 hari.

Kasus Sambaran Petir di Tuban

Sebelumnya, kasus pemain sepakbola tersambar petir pernah terjadi awal tahun 2019 silam. 

Seorang pemain bola di Tuban, Saiful Bakhtiar tewas saat bertanding setelah tersambat petir bahkan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.

Saiful Bakhtia tewas tersambar petir ketika ia sedang bermain dalam laga persahabatan di lapangan Desa Bangilan, Tuban, Sabtu (12/1/2019), pukul 17.15 WIB.

Saiful tewas tersambar petir disambar petir saat bertanding dalam laga persahabatan antara Kecamatan Singgahan melawan Kecamatan Bangilan.

Menurut penjelasan Kapolsek Bangilan, AKP Budi Handoyo, Saiful disambar hingga tewas saat bertanding sepakbola dalam cuaca hujan.

Seorang pemain bola di Tuban, Saiful Bakhtiar tewas dalam saat bertanding setelah tersambat petir bahkan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.
Seorang pemain bola di Tuban, Saiful Bakhtiar tewas dalam saat bertanding setelah tersambat petir bahkan tubuhnya sempat mengeluarkan asap. (SURABAYA.TRIBUNNEWS.CO.ID)

Sebelum pertandingan dimulai, sudah terdengar suara gemuruh di langit disertai petir.

Ketika pertandingan berlangsung saat hujan, tiba-tiba petir menyambar seorang pemain yang diketahui bernama Saiful.

Budi Handoyo mengatakan, petir tiba-tiba menyambar Saiful hingga menyebabkan ia tergeletak dan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.

"Petir langsung menyambar begitu saja, saat pertandingan sepakbola berlangsung, korbannya Saiful Bakhtiar," ujar Kapolsek Budi Handoyo dikutip dari Surya.co.id.

Sebenarnya, teman-teman Saiful yang mengetahui hal itu langsung membawanya ke Puskesmas Bangilan.

Namun, nyawa Saiful saat itu tidak tertolong dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Budi Handoyo menjelaskan, hasil pemeriksaan medis juga tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

Kematian Saiful murni karena tersambar petir saat bertanding sepak bola dalam keadaan hujan.

"Korban tidak selamat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga juga sudah menerima kejadian itu," pungkas Kapolsek Budi Handoyo.

Sementara itu, pihak keluarga korban juga telah mengikhlaskan kepergian Saiful.

Mereka juga meminta agar jasad Saiful tidak diotopsi.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Mengenal Kekuatan Petir di Indonesia, Tewaskan Pemain Sepakbola di Sulawesi, Pernah Pecahkan Rekor, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/02/22/mengenal-kekuatan-petir-di-indonesia-tewaskan-pemain-sepakbola-di-sulawesi-pernah-pecahkan-rekor?page=all.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
14
12
1
1
33
11
22
37
2
Manchester City
14
10
2
2
40
14
26
32
3
Newcastle
15
8
6
1
29
11
18
30
4
Tottenham
15
9
2
4
31
21
10
29
5
Manchester United
14
8
2
4
20
20
0
26
Tribun JualBeli
berita POPULER

Wiki Terkait

berita TERKINI
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas