Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Insiden Pemain Bola Meninggal Karena Tersambar, Petir di Indonesia Termasuk yang Berkekuatan Besar

Penelitian itu menyebut Indonesia masuk dalam daftar negara dengan sambaran petir paling ganas.

Insiden Pemain Bola Meninggal Karena Tersambar, Petir di Indonesia Termasuk yang Berkekuatan Besar
dok.surya
Ilustrasi pemain sepakbola dan petir. 

Menurut Zoro, Depok merupakan daerah yang dipengaruhi angin regional dan angin lokal.

Yakni angin dari lembah dan angin gunung dari Bukit Barisan, serta angin lokal dari angin darat dan angin laut Kepulauan Riau dan Selat Malaka.

Gerakan angin itulah yang menyebabkan pembentukan awan petir dengan kerapatan dan sambaran petir sangat tinggi.

Zoro mengibaratkan Bumi sebagai kapasitor.

Antara ionosfer dan Bumi, jika langit cerah, ada arus listrik yang mengalir terus-menerus, dari ionosfer yang bermuatan positif ke Bumi yang bermuatan negatif.

Tapi Bumi tidak terbakar, karena ada awan petir yang bermuatan listrik positif maupun negatif sebagai penyeimbang. "Yang positif turun ke Bumi, dan yang negatif naik ke ionosfer," kata Zoro.

Ketika langit berawan, tidak semua awan adalah awan petir. Hanya awan cumulonimbus yang menghasilkan petir.

Petir terjadi karena pelepasan muatan listrik dari satu awan cumulonimbus ke awan lainnya, atau dari awan langsung ke Bumi.

Dalam terminologi Perusahaan Listrik Negara (PLN), instansi yang paling sering menanggung kerugian karena petir, sambaran dibedakan menjadi tiga jenis yang semuanya didata. Selain sambaran positif dan sambaran antarawan, ada juga sambaran negatif, yakni lompatan listrik dari Bumi ke ionosfer.

Dalam catatan PLN Depok, sepanjang tahun 2001 terjadi 340 kali sambaran positif, 8.520 kali sambaran negatif, dan 1.151 sambaran antarawan. Kekuatan maksimum yang tercatat 290,2 kA.

Sambaran negatif yang jumlahnya jauh lebih tinggi daripada sambaran positif atau antarawan, diduga karena kandungan besi tanah di Depok terbilang tinggi. Penelitian ahli geologi UI mendapati tingginya kandungan besi di sekitar Depok, khususnya di danau buatan di Kampus UI.

Menurut Zoro, sambaran petir di Depok terjadi hampir sepanjang tahun.

Yang tertinggi pada bulan Maret, April, dan Mei, atau pada musim hujan. Sambaran agak mereda di bulan Februari.

Mengutip data yang didapat pada laboratorium yang dipimpin Zoro di ITB, Jaringan Deteksi Petir Nasional, Indonesia memiliki hari guruh (hari terjadinya petir dalam setahun) 200 hari.

Sementara Brasil 140 hari, Amerika Serikat 100 hari, dan Afrika Selatan 60 hari.

Kasus Sambaran Petir di Tuban

Sebelumnya, kasus pemain sepakbola tersambar petir pernah terjadi awal tahun 2019 silam. 

Seorang pemain bola di Tuban, Saiful Bakhtiar tewas saat bertanding setelah tersambat petir bahkan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.

Saiful Bakhtia tewas tersambar petir ketika ia sedang bermain dalam laga persahabatan di lapangan Desa Bangilan, Tuban, Sabtu (12/1/2019), pukul 17.15 WIB.

Saiful tewas tersambar petir disambar petir saat bertanding dalam laga persahabatan antara Kecamatan Singgahan melawan Kecamatan Bangilan.

Menurut penjelasan Kapolsek Bangilan, AKP Budi Handoyo, Saiful disambar hingga tewas saat bertanding sepakbola dalam cuaca hujan.

Seorang pemain bola di Tuban, Saiful Bakhtiar tewas dalam saat bertanding setelah tersambat petir bahkan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.
Seorang pemain bola di Tuban, Saiful Bakhtiar tewas dalam saat bertanding setelah tersambat petir bahkan tubuhnya sempat mengeluarkan asap. (SURABAYA.TRIBUNNEWS.CO.ID)

Sebelum pertandingan dimulai, sudah terdengar suara gemuruh di langit disertai petir.

Ketika pertandingan berlangsung saat hujan, tiba-tiba petir menyambar seorang pemain yang diketahui bernama Saiful.

Budi Handoyo mengatakan, petir tiba-tiba menyambar Saiful hingga menyebabkan ia tergeletak dan tubuhnya sempat mengeluarkan asap.

"Petir langsung menyambar begitu saja, saat pertandingan sepakbola berlangsung, korbannya Saiful Bakhtiar," ujar Kapolsek Budi Handoyo dikutip dari Surya.co.id.

Sebenarnya, teman-teman Saiful yang mengetahui hal itu langsung membawanya ke Puskesmas Bangilan.

Namun, nyawa Saiful saat itu tidak tertolong dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Budi Handoyo menjelaskan, hasil pemeriksaan medis juga tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

Kematian Saiful murni karena tersambar petir saat bertanding sepak bola dalam keadaan hujan.

"Korban tidak selamat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga juga sudah menerima kejadian itu," pungkas Kapolsek Budi Handoyo.

Sementara itu, pihak keluarga korban juga telah mengikhlaskan kepergian Saiful.

Mereka juga meminta agar jasad Saiful tidak diotopsi.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Mengenal Kekuatan Petir di Indonesia, Tewaskan Pemain Sepakbola di Sulawesi, Pernah Pecahkan Rekor, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/02/22/mengenal-kekuatan-petir-di-indonesia-tewaskan-pemain-sepakbola-di-sulawesi-pernah-pecahkan-rekor?page=all.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Surya
Ikuti kami di
berita POPULER
berita TERKINI
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas