Barcelona Banting Harga Philippe Coutinho, Blaugrana Butuh Dana Segar Datangkan Pemain Baru
Harga Philippe Coutinho yang awalnya mencapai 145 juta pound akan turun menjadi 80-90 juta pound. Barcelona butuh modal untuk datangkan pemain anyar.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
bunga pradipta p
TRIBUNNEWS.COM - Barcelona dikabarkan banting harga Philippe Coutinho pada jendela transfer musim panas pemain Eropa mendatang.
Philippe Coutinho didatangkan Barcelona dari Liverpool dengan harga 120 juta poundsterling plus 40 juta pound pada Januari 2018.
Namun, masa abdi Coutinho bersama skuat Blaugrana tak bertahan lama, hanya satu setengah musim.
Baca: Barcelona Tertarik Datangkan Fabian Ruiz, Opsi Kejutan Tetap Tersedia
Baca: Ousman Dembele Diincar Liverpool, Barcelona Hanya akan Lepas Jika ada Tawaran Emas
Baca: Rivaldo Desak Barcelona Lebih Prioritaskan Neymar daripada Lautaro Martinez
Pada jendela transfer musim panas 2019, Philippe Coutinho dipinjamkan ke Bayern Munchen selama satu musim, yang berarti msuim 2019/2020.
Di akhir musim 2019/2020, Bayern Munchen memiliki opsi untuk membeli Philippe Coutinho dari Barcelona.
Namun, lantaran harga Coutinho yang masih mahal, Munchen enggan membeli pemain kelahiran Brasil tersebut.
Munchen lebih memilih opsi untuk memperpanjang peminjaman Coutinho jika Barcelona tak mau menurunkan sang pemain.
Diberitakan Evening Standard, Blaugrana hanya ingin menjual Coutinho.
Baca: Cari Pemain Gratisan, Barcelona Bisa Gagal Rekrut Lautaro Martinez dan Neymar
Baca: Barcelona Ingin Rekrut Lautaro Martinez dari Inter Milan, yang Keberatan Javier Zanetti
Hal itu lantaran Blaugrana ingin mendatangkan sejumlah pemain anyar untuk musim depan.
Nama Neymar, Fabian Ruiz, hingga Lautaro Martinez jadi buruan utama tim yang saat ini diasuh Quique Setien itu.
Lalu, berapa harga yang pantas untuk pemain berusia 27 tahun ini ?
Melanjutkan pemberitaan di atas, Barcelona tampaknya akan memasang harga Philippe Coutinho dikisaran harga 80-90 juta pound.
Penurunan harga pemain pada transfer musim panas mendatang juga tak lepas dari wabah virus corona yang mmbuat krisis finansial klub menjadi tidak stabil.
Tak sedikit dari tim Eropa bahkan dunia memotong dan menunda gaji pemain, pelatih, hingga staf demi kelancaran finansial klub.
(Tribunnews.com/Sina)