Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Timnas Indonesia

Ratu Tisha Ungkap Pentingnya Pengembangan Usia Dini, Butuh Konsistensi dan Waktu yang Lama

Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha beberkan pentingnya pengembangan usia dini sepak bola, yang menjadikan Indonesia tertinggal dari Thailand dan Vietnam.

Ratu Tisha Ungkap Pentingnya Pengembangan Usia Dini, Butuh Konsistensi dan Waktu yang Lama
Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha saat memantau latihan Garuda Select di Lapangan Aston University, Inggris, Selasa (5/7/2019) 

Bahkan, dia menyebut Timnas Indonesia saat ini adalah buah hasil program kerja 15 tahun silam.

Ada proses panjang untuk menemukan talenta yang benar-benar memiliki kualitas bersaing internasional.

Baca: Liga 1 Berpeluang Digelar Lagi, Pelatih Persija Sarankan PSSI Gelar Turnamen Pramusim Lebih Dulu

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha saat memantau latihan Garuda Select di Lapangan Aston University, Inggris, Selasa (5/7/2019)
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha saat memantau latihan Garuda Select di Lapangan Aston University, Inggris, Selasa (5/7/2019) (Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga)

“Harus berkompetisi secara berjenjang setiap tahunnya, tidak bisa tidak. Jadi, nantinya mereka yang berhasil mencapai level timnas senior adalah benar-benar orang terpilih dari seleksi jenjang yang sudah mereka lalui.”

“Bukan hanya melalui satu porses instan, yang mungkin cuma bermain 10.000 jam tapi tidak ada pengalaman internasional lebih dari 50 persen,“ ucap wanita lulusan FIFA Master tersebut.

Ini juga menjadi kendala yang membuat Indonesia masih kalah bersaing dari Thailand dan Vietnam.

Kedua nengara tersebut sudah mulai memperhatikan pendidikan usia dini dengan baik dan terskema termasuk memberikan pengalaman-pengaalaman internasional kepada pemain sejak dini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ratu Tisha Ungkap Talenta Sepak Bola Indonesia Tidak Sebesar yang Dikira Masyarakat

Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas