Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kriteria Sekjen PSSI di Mata Akmal Marhali; Tak Harus Ngerti Bola

Mochamad Iriawan punya prioritas untuk memilih sekjen meskipun ada opsi mendengarkan saran dan masukan dari Exco. Sekjen PSSI ke depan harus profesion

Kriteria Sekjen PSSI di Mata Akmal Marhali; Tak Harus Ngerti Bola
dok pribadi
Akmal Marhali 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akmal Marhali, pengamat sepak bola dan juga koordinator Save Our Soccer memberikan tanggapannya tentang masih kosongnya Sekjen PSSI sepeninggalan Ratu Tisha yang mengundurkan diri.

Akmal mengatakan, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan punya prioritas untuk memilih sekjen meskipun ada opsi mendengarkan saran dan masukan dari Exco. Sekjen PSSI ke depan harus profesional.

Namun ada kriteria yang dipandang oleh Ikmal harus dimiliki oleh setiap kandidat Sekjen yaitu ,tidak membawa kepentingan selain sepakbola. Punya kapasitas, kapabilitas, dan kredibilitas. Tidak eksklusif. Punya tekad kuat untuk menjalankan reformasi tata kelola sepakbola nasional walaupun tidak berpengalaman di sepakbola.

"Sekjen FIFA, Fatma Samoura tidak punya latar belakang sepakbola. Tapi, mampu mengelola manajerial dan reformasi FIFA," katanya, Senin (8/6/2020) mencontohkan Sekjen yang berasal dari orang yang berkecimpung di luar dunia bola yang jadi Sekjen FIFA.

Ia meyakini, kandidat yang berasal dari luar sepak bola lebih meyakinkan publik, tidak syarat akan kepentingan dan akan lebih fokus pada kegiatan yang berurusan dengan manajerial serta administrasi di PSSI tersebut.

Bahkan dijelaskan pula olehnya, Ketua Umum (Iwan Bule-Sapaan Mochamad Iriawan) lebih baik menunjuk langsung Sekjen untuk membantunya.

"Sekjen PSSI harus menggambarkan singakatan dari PSSI: (P)rofesional, (S)portif, (S)ehat, (I)ntegritas. Seorang Sekjen membawa semangat perubahan ke arah sepakbola Indonesia yang sehat, profesional, bersih, dan bermartabat," tambahnya.

Ia meyakini, di Indonesia punya sumber daya melimpah. Generasi potensial yang punya idealisme, serta loyalitas bekerja untuk sepak bola Indonesia.

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas