Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Superskor

Tak Ada Kompetisi, Gelandang Pengangkut Air Persita Tangerang Pilih Sepedaan

Raufiq Febriyanto lebih banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda kala berada di kampung

Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Tak Ada Kompetisi, Gelandang Pengangkut Air Persita Tangerang Pilih Sepedaan
wartakotalive
Taufiq Febrianto (nomor 14) saat berlatih di Stadion Sport Center, beberapa bulan lalu 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Gelandang pengangkut air Persita Tangerang, Taufiq Febriyanto lebih banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda kala berada di kampung, Sukorharjo, Jawa Tengah.

Hampir tiga bulan dirinya berada di kampung halaman setelah kompetisi tertunda akibat pandemi Covid-19.

Dari rilis yang dibagikan oleh Yetta Angelina, selaku media officer Persita, Rabu (24/6/2020), bersepeda merupakan hobi yang sudah melekat di pemain terbaik Liga 2 Indonesia musim 2019 ini.

"Dari dulu memang sudah hobi bersepeda. Apalagi sekarang lagi pandemi, jadi saya lebih sering sepedaan," ucap pemain kelahiran 12 Februari 1997 ini.

Ada beberapa hal yang membuat Taufiq tertarik memilih sepeda sebagai hobi selain sepak bola, yaitu lebih rileks dan lebih menyenangkan sembari dapat melihat situasi dan suasana di luar, selain itu, tubuh juga semakin sehat karena bersepeda merupakan salah satu jenis olah raga.

Ada pun Taufiq telah memiliki tiga jenis sepeda yang digunakan bergantian, sesuai dengan jarak dan jalur yang akan ditempuh.

Berita Rekomendasi

Selain bersepeda, Taufiq juga memiliki satu hobi lainnya yaitu menonton konser musik. Hanya saja, situasi pandemi membuat hobinya terpaksa ditepikan sementara waktu.

"Sekarang paling lihat-lihat video aja, karena tidak ada konser saat pandemi ini," tutupnya.

Selain berlatih dan bersepeda, pemain bernomor punggung ini turut mengerjakan skripsi.

Taufiq sendiri merupakan mahasiswa fakultas ilmu olah raga Universitas Negeri Jakarta.

Taufiq lantas berharap agar pandemi ini segera berakhir dan kebiasaan baik yang selama ini diterapkan dapat tetap dilanjutkan, seperti cuci tangab, pola hidup sehat dan bersih serta pengenaan masker.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas