Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Cerita di Balik Nomor Punggung 19 Teuku Muhammad Ichsan

Pasalnya, gelandang milik Bhayangkara FC itu sempat menyukai nomor 10. Kenapa bisa berubah jadi 19?

Cerita di Balik Nomor Punggung 19 Teuku Muhammad Ichsan
Tribunnews/Abdul Majid
Gelandang Bhayangkara FC Teuku Muhammad Ichsan saat ditemui setelah menjalani latihan perdana bersama Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nomor punggung jadi salah satu kewajiban yang tertera di jersey sebuah klub saat mengikuti kompetisi.

Namun kini, nomor punggung bukan lagi sebagai penanda pemain saat bertanding tapi juga jadi identitas pemain itu sendiri.

Tak ayal, banyak nomor-nomor sakral dalam sebuah klub atau pemain itu sendiri yang memilihkan karena dilandasi filosofi entah itu dari tanggal lahir atau angka yang mempunyai arti khusus.

Baca: Kisah Karier Teuku Muhammad Ichsan: Wujudkan Keinginan Orangtua, Direkrut Bhayangkara FC

Bagi Teuku Muhammad Ichsan, nomor punggung tak jadi hal yang serius.

Pasalnya, gelandang milik Bhayangkara FC itu sempat menyukai nomor 10, tapi karena pilihan orangtua dirinya pun harus menanggalkan nomor tersebut.

“Kenapa Ichsan pakai nomor 19, itu sih lebih ke orangtua. Ayah Ichsan kasih nomor itu, Ichsan juga tidak begitu paham apa latar belakangnya,” kata Ichsan dalam program Superball Live di Instagram Wartakotalive, Jumat (3/7/2020).

“Sebelumnya, Ichsan pakai nomor punggung 10 waktu di Bhayangkara junior. Tapi pas masuk senior kebetulan nomor 10 dipakai Bang Jajang, jadi Ichsan pilih nomor 19, pilihan dari ayah Ichsan,” sambungnya.

Bukti nomor punggung tak jadi masalah bagi Ichsan, ia yang menjalani debut di Bhayangkara FC pada 2017 silam dengan sukses mencetak gol penentu.

Gol itu juga membawanya dinobatkan sebagai pencetak gol termuda di Liga 1 2017 di usia 19 tahun 5 bulan.

Nomor 19 pun ia pakai saat dirinya membela Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia saat menghadapi Malaysia.

Kini nomor 19 pemberian dari sang Ayah sudah menjadi jati diri Ichsan. Menurutnya, untuk menggapai mimpi yang menentukan hanya kerja keras dan doa.

“Sekarang harapan Ichsan ya bisa bawa Bhayangkara FC juara lagi, kalau Timnas itu bonus dari usaha Ichsan di klub. Kalau ada rezeki semoga bisa bela Timnas lagi,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas