Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Ketua Umum PSSI Singgung Konsekuensi Bagi Klub yang Tolak Liga 1 2020 Dilanjutkan

Ada SK soal kompetisi dalam keadaan luar biasa tahun 2020, salah satu tujuannya untuk membantu perekonomian pelatih dan pemain.

Ketua Umum PSSI Singgung Konsekuensi Bagi Klub yang Tolak Liga 1 2020 Dilanjutkan
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat diwawancari di kantor PSSI usai berdiskusi secara virtual dengan Shin Tae-yong di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan telah mengetahui ada dua klub Liga 1 2020 yang menyatakan tak setuju kompetisi Liga 1 kembali dilanjutkan.

Persebaya Surabaya dan Barito Putera menolak ikut serta jika Liga 1 2020 kembali bergulir. Alasannya, jumlah yang terinfeksi covid-19 tiap harinya masih tinggi di Indonesia.

Untuk mencari solusinya, PSSI bersama operator Liga, PT LIB akan segera berdiskusi untuk membahas klub-klub yang tak ingin ikut serta kelanjutan Liga 1 atau Liga 2 2020.

Baca: Kata Ketum PSSI Soal Tiga Klub yang Menolak Liga 1 2020 Dilanjutkan karena Pandemi Covid-19

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat berkunjung ke Kantor Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (2/7/2020).
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat berkunjung ke Kantor Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (2/7/2020). (tribunnews.com/abdul majid)

“Ya, perbedaan itu wajar. Tentunya nanti LIB akan diskusi lebih lanjut, bagaimana yang tidak ikut kompetisi. Nanti akan diskusikan ya, mungkin nanti konsekuensinya tentu ada atau ada lain-lain yang jadi kewajiban dari LIB tidak diberikan kepada klub tersebut, tapi belum ya nanti kita diskusikan,” kata Iriawan dalam kunjungannya ke Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menjelaskan alasan dirinya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bernomor SEKP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa tahun 2020, salah satu tujuannya untuk membantu perekonomian pelatih dan pemain.

Baca: Iwan Bule Beberkan Dua Alasan Utama PSSI Tak Beri Izin Timnas U-19 TC di Korea Selatan

Selain  itu, Iwan Bule juga memberikan alasan bergulirnya Liga 1 2020 kembali pada Oktober mendatang juga untuk menunjang kualitas para pemain muda Indonesia khususnya di bawah 19 tahun yang dipersiapkan berlaga di Piala Dunia U-20 2021.

Rencana untuk wajib memainkan pemain di bawah 19 tahun di liga 1 nanti pun sempat muncul.

Namun, keputusan tersebut masih menunggu beserta juga dengan regulasi, format pertandingan dan lokasi.

“Saya baru keluarkan SKEP 53 penjabarannya nanti karena sedangkan akan didiskusikan LIB dengan PSSI. Tapi kepastian di KEP 53 itu harus digulirkan karena itu berdampak sekali baik dengan pelatih pemain yang ada di klub, situasi ekonomi itu berbeda. Ini kan masih ada waktu tiga bulan lagi,” katanya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas