Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bagas Sosok Abang yang Dewasa Sering Memberikan Masukan kata Bagus Kahfi

Dua pesepak bola muda asal Indonesia yang mencuri perhatian sejak 2018 lalu adalah Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi. 

Bagas Sosok Abang yang Dewasa Sering Memberikan Masukan kata Bagus Kahfi
wartakotalive
Bagus Kahfi, penyerang muda Indonesia yang kini bergabung bersama FC Utrecth, di Liga Belanda 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua pesepak bola muda asal Indonesia yang mencuri perhatian sejak 2018 lalu adalah Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi

Keduanya adalah saudara kembar yang membela timnas Indonesia di Piala AFF U-16 tahun 2018 lalu.

Keduanya pun selalu menjadi rekan dalam satu tim, hingga terakhir terpisah karena sang adik, Bagus Kahfi direkrut oleh FC Utrecth, di Liga Belanda, sedangkan Bagas Kaffa tetap di Barito Putra.

Baru-baru ini, Bagus Kahfi pun curhat soal sosok abangnya saat ditemui Warta Kota di Jakarta.

"Kami selalu mendukung satu sama lainnya. Dia (Bagas) selalu support saya habis-habisan. Kami juga sudah punya pikiran masing-masing soal karier ke depannya," tutur Bagus.

Bagus menjelaskan, meski ingin bersama untuk memperkuat satu tim, keduanya menyadari akan tiba saatnya ada perpisahan. 

Saling mendukung pun selalu menjadi yang utama.

Lucunya, Bagus membocorkan cara keduanya untuk menciptakan chemistry kala berada di satu tim dulunya.

"Menurut saya, kami saling mendukung dengan cara berhantam. Kami di lapangan itu maki-makian. Itu yang membuat chemistry kami terbangun. Meski saling maki-makian, tapi kami sadar itu positif untuk kami berdua," tuturnya.

Bagus pun merinci maksud kata-katanya.

Bagas Kaffa
Bagas Kaffa (media pssi)

Menurutnya, maki-makian muncul kala salah satu diantara dia dan abangnya ada melakukan kesalahan yang mampu merugikan timnya.

"Saya sih yang paling sering dimarahi oleh abang. Kan posisi saya penyerang, dia pemain bertahan. Saya sering terlambat membantu dia. Saat itu juga saya menerima amarahnya," ujar mantan top skor Piala AFF U-16 tahun 2018 ini.

Meski sering mendapat amarah dari sang abang, Bagus memahami semuanya adalah untuk kebaikannya.

Lanjut Bagus, Bagas adalah sosok abang yang dewasa, sering memberikan masukan dan menjadi orang pertama yang hadir untuk membantunya.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas