Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Asnawi Mangkualam Berterimakasih ke Netizen Usai Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik

Asnawi Mangkualam terpilih sebagai pemain terbaik bulanan (POTM) bulan April di ajang Korea League 2.

Asnawi Mangkualam Berterimakasih ke Netizen Usai Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik
INSTAGRAM.COM/SHINTAEYONG777
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bertemu dengan Asnawi Mangkualam selepas laga antara Ansan Greeners dan Jeonnam Dragons pada Liga Korea 2. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bek kanan Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam terpilih sebagai pemain terbaik bulanan (POTM) bulan April di ajang Korea League 2.

Asnawi mengaku tak menduga bisa meraih penghargaan tersebut, terlebih dirinya masih belum diberi kesempatan untuk bermain penuh.

Ia pun berterima kasih kepada Warganet Indonesia yang telah memilih dirinya menjadi pemain terbaik Korea League 2 di bulan April.

“Menduga sih tidak. Di laga aku jarang main full. Butuh adaptasi stamina. Masih butuh adaptasi. Itu kan berkat netizen indonesia yang kasih vote,” kata Asnawi dalam bincang-bincang bersama awak media secara daring, Selasa (4/5/2021).

Eks pemain PSM Makassar itu juga menyebut bahwa dirinya kini sudah bisa beradaptasi dengan baik bermain di Liga Korea.

Adaptasi Asnawi selain dukungan dari para pemain Ansan Greeners juga dibantu oleh masyarakat Indonesia yang berada di Jepang.

“Perasaan saya Alhamdulillah senang dan bersyukur bisa adaptasi dengan baik. Sangat senang bisa adaptasi dengan baik, teman-teman welcome. Banyak WNI yang bantu adaptasi. Jadi sampai saat ini aman saja,” kata Asnawi.

Asnawi juga turut membeberkan bagaimana perbedaan kompetisi di Korea dengan di Indonesia.

Menurutnya bermain di Liga Korea faktor fisik dan mental yang bagus jadi hal paling penting dimiliki setiap pemain.

“Kalau kompetisi jauh berbeda ketimbang indonesia, di sini utamanya stamina dan mental harus kuat,” kata Asnawi.

“Sebab di sini kompetisi sangat ketat dan hampir semua tim kualitasnya sama. Tak ada tim papan bawah. Paling kalau di laga, menang 1-0, 2-0, jarang menang besar jadi kompetisi sangat cepat,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas