FINAL Liga Champions Gunakan VAR, Pep Guardiola dan Thomas Tuchel Pernah jadi Korbannya
Pep Guardiola dan Thomas Tuchel pernah menjadi korban VAR saat menangani Manchester City dan Chelsea.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan Final Liga Champions yang mempertemukan Manchester City dan Chelsea bakal menyuguhkan pertarungan tensi tinggi.
Pihak UEFA menyiapkan cara agar laga Final Liga Champions antara Manchester City dan Chelsea dapat berlangsung adil.
Satu di antara cara yang digunakan UEFA untuk menciptakan keadilan di Final Liga Champions adalah dengan menggunakan VAR.
VAR atau Video Assistant Refferee merupakan teknologi yang berupa tayangan ulang, bertujuan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan penting.
Baca juga: Liga Champions: Sorakan Suporter Manchester City dan Chelsea Bakal Bergema di Laga Final
Teknologi tersebut biasanya dimanfaatkan untuk mengecek keabsahan sebuah gol, pelanggaran berat, atau potensi terjadinya penalti.
Pihak UEFA menegaskan penggunaan VAR dalam situs resminya.
"Ya, Video Assistant Refferee atau VAR sudah digunakan sepanjang kompetisi musim ini," tulis pihak UEFA.
Penggunaan VAR di laga final barangkali mengundang beberapa pendapat pro dan kontra.
Baca juga: Perjalanan Man City dan Chelsea di Liga Champions Bikin Keduanya Bak Anak Kembar
Jamak diketahui oleh pecinta sepak bola, teknologi canggih tersebut sering dianggap 'merugikan' atau 'menguntungkan' sebuah klub.
Beberapa kali kisruh terjadi di kompetisi-kompetisi benua biru lantaran teknologi canggih tersebut dianggap menodai jalannya sebuah pertandingan.
Pelatih Manchester City dan Chelsea pun tak berbeda dengan itu.
Pep Guardiola dan Thomas Tuchel pernah mengalami kejadian pahit dan manis yang berkaitan dengan VAR.
Bagi Pep Guardiola, barangkali ia belum lupa dengan drama yang melibatkan Manchester City dan Tottenham Hotspur di Liga Champions musim 2019 lalu.
Saat itu, kedua tim bertemu di babak perempat final kompetisi elite benua biru tersebut.
Manchester City memerlukan satu gol lagi untuk memastikan langkah ke semifinal dan mengirim pulang Tottenham Hotspur.
Asa itu sempat membumbung setelah Raheem Sterling menjebol jala Hugo Lloris.
Para pemain The Citizens langsung besorak dengan gol yang diciptakan pemain asal Inggris itu.
Namun, rasa bahagia mereka tak bertahan lama.
Baca juga: PREDIKSI SKOR Final Liga Champions, Valentino Rossi: Manchester City Menang Adu Penalti atas Chelsea
Wasit memutuskan gol penentu kemenangan itu tidak sah setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR.
Sontak saja, Pep Guardiola murka dengan keputusan itu.
Meski pernah 'dirugikan' VAR, Pep Guardiola tetap menyuarakan dukungan pada sistem tersebut.
Menurutnya, VAR dapat menciptakan keadilan di atas lapangan.
"Anda tahu opini saya tentang VAR. Itu tidak berubah," ungkap Pep Guardiola dikutip dari Bleacher Report.
"Wasit dapat membuat kesalahan. VAR dapat mengambil waktu dan menunjukkan gambar dan sudut pandang yang berbeda," sambungnya.
Meski mendukung adanya VAR, Pep Guardiola juga menuntut perubahan di sistem tersebut.
Pengambilan keputusan lewat VAR biasanya memerlukan waktu yang ckup lama.
Hal tersebut dipandang eks pelatih Barcelona itu sebagai kelemahan yang masih terdapat dalam VAR.
"Jika kita berbuat kesalahan dalam VAR, saya tidak setuju dengan banyaknya waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat," ujar Pep Guardiola.
"Itulah mengapa saya mendukung VAR, karena itu adil."
"Manajer lain barangkali tak sependapat dengan VAR, mungkin juga sebaliknya," lanjutnya.
Sementara itu, Thomas Tuchel juga memiliki pengalaman terkait VAR setelah menukangi Chelsea.
Bahkan, Tuchel mengalaminya dalam waktu yang relatif belum lama.
Saat itu, ia dan Chelsea tengah berlaga di Final Piala FA menghadapi Leicester City.
Pelatih asal Jerman itu menganggap timnya berhak mendapat penalti setelah bola menyentuh tangan pemain The Foxes.
Namun, wasit menganggap tak ada yang salah dari hal itu setelah melihat VAR.
"Itu jelas-jelas penalti," ucap Thomas Tuchel dikutip dari Evening Standard.
"Keputsan VAR ini, sejujurnya, mereka merugikan kami."
"Kami mengalami kejadian serupa dalam tiga kesempatan beruntun," pungkasnya
Live score hasil final Liga Champions
Live streaming final Liga Champions
Live streaming Manchester City vs Chelsea
Jadwal Final Liga Champions :
Minggu (30/5) 02.00 WIB : Man City vs Chelsea (Live SCTV)
Stadion : Da Luz, Lisbon, Portugal
Berita terkait Liga Champions lainnya
(Tribunnews.com/Guruh)