Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

FINAL Liga Champions Gunakan VAR, Pep Guardiola dan Thomas Tuchel Pernah jadi Korbannya

Pep Guardiola dan Thomas Tuchel pernah menjadi korban VAR saat menangani Manchester City dan Chelsea.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in FINAL Liga Champions Gunakan VAR, Pep Guardiola dan Thomas Tuchel Pernah jadi Korbannya
SHAUN BOTTERILL / POOL / AFP
Pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) melakukan pukulan jelang pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 8 Mei 2021 . Pep Guardiola dan Thomas Tuchel pernah menjadi korban VAR saat menangani Manchester City dan Chelsea. 

TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan Final Liga Champions yang mempertemukan Manchester City dan Chelsea bakal menyuguhkan pertarungan tensi tinggi.

Pihak UEFA menyiapkan cara agar laga Final Liga Champions antara Manchester City dan Chelsea dapat berlangsung adil.

Satu di antara cara yang digunakan UEFA untuk menciptakan keadilan di Final Liga Champions adalah dengan menggunakan VAR.

VAR atau Video Assistant Refferee merupakan teknologi yang berupa tayangan ulang, bertujuan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan penting.

Manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2021.
Manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2021. (MARTIN RICKETT / POOL / AFP)

Baca juga: Liga Champions: Sorakan Suporter Manchester City dan Chelsea Bakal Bergema di Laga Final

Teknologi tersebut biasanya dimanfaatkan untuk mengecek keabsahan sebuah gol, pelanggaran berat, atau potensi terjadinya penalti.

Pihak UEFA menegaskan penggunaan VAR dalam situs resminya.

"Ya, Video Assistant Refferee atau VAR sudah digunakan sepanjang kompetisi musim ini," tulis pihak UEFA.

Rekomendasi Untuk Anda

Penggunaan VAR di laga final barangkali mengundang beberapa pendapat pro dan kontra.

Baca juga: Perjalanan Man City dan Chelsea di Liga Champions Bikin Keduanya Bak Anak Kembar

Jamak diketahui oleh pecinta sepak bola, teknologi canggih tersebut sering dianggap 'merugikan' atau 'menguntungkan' sebuah klub.

Beberapa kali kisruh terjadi di kompetisi-kompetisi benua biru lantaran teknologi canggih tersebut dianggap menodai jalannya sebuah pertandingan.

Pelatih Manchester City dan Chelsea pun tak berbeda dengan itu.

Pep Guardiola dan Thomas Tuchel pernah mengalami kejadian pahit dan manis yang berkaitan dengan VAR.

Bagi Pep Guardiola, barangkali ia belum lupa dengan drama yang melibatkan Manchester City dan Tottenham Hotspur di Liga Champions musim 2019 lalu.

Saat itu, kedua tim bertemu di babak perempat final kompetisi elite benua biru tersebut.

Reaksi pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge di London pada 12 Mei 2021.
Reaksi pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge di London pada 12 Mei 2021. (Catherine Ivill / POOL / AFP)

Manchester City memerlukan satu gol lagi untuk memastikan langkah ke semifinal dan mengirim pulang Tottenham Hotspur.

Asa itu sempat membumbung setelah Raheem Sterling menjebol jala Hugo Lloris.

Para pemain The Citizens langsung besorak dengan gol yang diciptakan pemain asal Inggris itu.

Namun, rasa bahagia mereka tak bertahan lama.

Baca juga: PREDIKSI SKOR Final Liga Champions, Valentino Rossi: Manchester City Menang Adu Penalti atas Chelsea

Wasit memutuskan gol penentu kemenangan itu tidak sah setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR.

Sontak saja, Pep Guardiola murka dengan keputusan itu.

Meski pernah 'dirugikan' VAR, Pep Guardiola tetap menyuarakan dukungan pada sistem tersebut.

Menurutnya, VAR dapat menciptakan keadilan di atas lapangan.

"Anda tahu opini saya tentang VAR. Itu tidak berubah," ungkap Pep Guardiola dikutip dari Bleacher Report.

"Wasit dapat membuat kesalahan. VAR dapat mengambil waktu dan menunjukkan gambar dan sudut pandang yang berbeda," sambungnya.

Manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) bereaksi ketika gelandang Manchester City Jerman Ilkay Gundogan berada di lapangan menyusul tantangan dari gelandang Brighton Alireza Jahanbakhsh (tidak terlihat) selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Manchester City di Stadion Komunitas American Express di Brighton, Inggris selatan pada 18 Mei 2021.
Manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) bereaksi ketika gelandang Manchester City Jerman Ilkay Gundogan berada di lapangan menyusul tantangan dari gelandang Brighton Alireza Jahanbakhsh (tidak terlihat) selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Manchester City di Stadion Komunitas American Express di Brighton, Inggris selatan pada 18 Mei 2021. (Gareth Fuller / POOL / AFP)

Meski mendukung adanya VAR, Pep Guardiola juga menuntut perubahan di sistem tersebut.

Pengambilan keputusan lewat VAR biasanya memerlukan waktu yang ckup lama.

Hal tersebut dipandang eks pelatih Barcelona itu sebagai kelemahan yang masih terdapat dalam VAR.

"Jika kita berbuat kesalahan dalam VAR, saya tidak setuju dengan banyaknya waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat," ujar Pep Guardiola.

"Itulah mengapa saya mendukung VAR, karena itu adil."

"Manajer lain barangkali tak sependapat dengan VAR, mungkin juga sebaliknya," lanjutnya.

Sementara itu, Thomas Tuchel juga memiliki pengalaman terkait VAR setelah menukangi Chelsea.

Bahkan, Tuchel mengalaminya dalam waktu yang relatif belum lama.

Pelatih kepala Chelsea asal Jerman Thomas Tuchel (kiri) memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea melawan Leicester City di Stamford Bridge di London pada 18 Mei 2021. Chelsea memenangkan pertandingan 2-1.
Pelatih kepala Chelsea asal Jerman Thomas Tuchel (kiri) memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea melawan Leicester City di Stamford Bridge di London pada 18 Mei 2021. Chelsea memenangkan pertandingan 2-1. (PETER CZIBORRA / POOL / AFP)

Saat itu, ia dan Chelsea tengah berlaga di Final Piala FA menghadapi Leicester City.

Pelatih asal Jerman itu menganggap timnya berhak mendapat penalti setelah bola menyentuh tangan pemain The Foxes.

Namun, wasit menganggap tak ada yang salah dari hal itu setelah melihat VAR.

"Itu jelas-jelas penalti," ucap Thomas Tuchel dikutip dari Evening Standard.

"Keputsan VAR ini, sejujurnya, mereka merugikan kami."

"Kami mengalami kejadian serupa dalam tiga kesempatan beruntun," pungkasnya

Live score hasil final Liga Champions

Klik <<<

Live streaming final Liga Champions

SCTV <<<

Liga Champions <<<

Live streaming Manchester City vs Chelsea

Jadwal Final Liga Champions :

Minggu (30/5) 02.00 WIB : Man City vs Chelsea (Live SCTV)

Stadion : Da Luz, Lisbon, Portugal

Berita terkait Liga Champions lainnya

(Tribunnews.com/Guruh)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
8
8
0
0
23
4
19
24
2
Bayern Munich
8
7
0
1
22
8
14
21
3
Liverpool
8
6
0
2
20
8
12
18
4
Tottenham
8
5
2
1
17
7
10
17
5
Barcelona
8
5
1
2
22
14
8
16
Berita Populer
Atas