Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Euro 2020

Giorgio Chiellini Ingin Jadi Pahlawan Italia, Masih Terbayang Kekalahan Lawan Swedia

Saat jumpa pers jelang pertandingan melawan Turki, Giogio Chiellini mengaku ingin menjadi pahlawan bagi Italia.

Giorgio Chiellini Ingin Jadi Pahlawan Italia, Masih Terbayang Kekalahan Lawan Swedia
Instagram @giorgiochiellini
Giorgio Chiellini memimpin Timnas Italia sebagai kapten tim 

TRIBUNNEWS.COM, ROMA- Saat jumpa pers jelang pertandingan melawan Turki, Giorgio Chiellini mengaku ingin menjadi pahlawan bagi Italia. Dia masih terbayang kekalahan atas Swedia di ajang kualifikasi Piala Dunia.

"Kami ingin menjadi para pahlawan di turnamen ini. Kami tidak bisa melupakan kekalahan di Milan saat pertandingan melawan Swedia (di Kualifikasi Piala Dunia)," kata Chiellini dalam tayangan video dikutip fotmob.

"Kami menjadikan kekecewaan besar (gagal tampil di Piala Dunia 2018 itu) untuk meningkatkan antusiasme dan melihat ke depan," katanya.

"Kami bukan sendirian merasakan hal ini. Para penggemar kami juga juga merasakannya. Kami kecewa karena tidak bisa ada di turnamen besar dalam lima tahun terakhir ini," ucapnya.

"Kami tahu bagaimana pentingnya turnamen ini bagi mereka dan kami ingin segera menunjukkannya di lapangan," katanya.

Kapten Italia itu masih menanggung beban saat kekalahan di play-off tahun 2017 dari Swedia yang menegaskan dia dan rekan senegaranya tidak akan berada di Piala Dunia terakhir.

Dan dia bertekad untuk mengusir kekecewaan itu dengan menunjukkan penampilan yang kuat di Euro.

"Kami sangat ingin bangkit kembali dan memainkan peran utama dalam kompetisi besar," katanya.

“Kekalahan dari Swedia di San Siro masih bersama kami dan kami tidak dapat menghapusnya, tetapi kami telah mampu mengubah kekecewaan itu menjadi antusiasme dan keinginan untuk melakukannya dengan baik.

“Perasaan itu tidak hanya ada pada kami tetapi dengan semua penggemar tim nasional. Anda tidak akan percaya berapa banyak teman dan keluarga yang dibangkitkan oleh tim nasional, menunggu pertandingan yang telah hilang selama lima tahun ini. Kami sadar akan hal itu. dan tidak sabar untuk keluar dan mengalami emosi itu."

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Muhammad Barir
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas