Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Liga Champions

Indonesia Lebih Dulu Terapkan Aturan Baru Gol Tandang yang Diumumkan UEFA Buat Liga Champions

UEFA berargumen bahwa aturan gol tandang malah membuat permainan menjadi defensif.

Indonesia Lebih Dulu Terapkan Aturan Baru Gol Tandang yang Diumumkan UEFA Buat Liga Champions
TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD NURSINA
Pemain Persija Jakarta merayakan kemenangan dalam turnamen pramusim Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). Persija keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persib Bandung dengan skor akhir 2-1. TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD NURSINA 

TRIBUNNEWS.COM - UEFA Kamis (24/6/2021) malam WIB resmi mengumumkan aturan gol tandang tidak akan dipakai lagi di Liga Champions dan Liga Europa mulai musim 2021-2022.

Terkait aturan itu, lewat ajang Piala Menpora 2021, Indonesia lebih dulu menerapkan aturan penghapusan gol tandang yang diresmikan UEFA.

Pengumuman itu dirilis UEFA pada Kamis (24/6/2021) melalui situs resmi mereka.

Perlu diketahui aturan gol tandang pertama kali dipakai dalam kompetisi antarklub Eropa sejak 1965, yaitu di fase knock-out Piala Winners

Dalam aturan yang dipakai di pertandingan dengan sistem dua leg ini, gol yang diciptakan sebuah tim dalam laga tandang berarti ganda.

Baca juga: Andre Villas-Boas: Cepat atau Lambat Kylian Mbappe Pasti ke Real Madrid

Apabila head-to-head hasil dua tim dari dua pertandingan di dua leg seimbang, maka tim yang mencetak gol tandang lebih banyak akan lolos ke babak selanjutnya.

Sekarang apabila head-to-head hasil dua tim dari dua pertandingan di dua leg seimbang, laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan adu penalti.

UEFA berargumen bahwa aturan gol tandang malah membuat permainan menjadi defensif.

Baca juga: Daftar Rekor yang Sudah Diborong Cristiano Ronaldo Meski EURO 2020 Belum Selesai

Tim yang menjadi tuan rumah tidak berani keluar terlalu menyerang karena takut kebobolan.

"Statistik sejak pertengahan 1970-an memperlihatkan tren selisih yang makin mengecil di antara kemenangan kandang dan tandang (61%-19% menjadi 47%-30%)."

Halaman
123
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas