Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Euro 2020

Simon Kjaer, Dari Kambing Hitam Denmark Jadi Pahlawan di Euro 2020 dan Dipuji Legenda AC Milan

Simon Kjaer, dari kambing hitam Denmark, jadi Pahlawan di Euro 2021, Dipuji Legenda AC Milan penyelamat Christian Eriksen

Simon Kjaer, Dari Kambing Hitam Denmark Jadi Pahlawan di Euro 2020 dan Dipuji Legenda AC Milan
Olaf Kraak / POOL / AFP
Pemain depan Wales Gareth Bale (tengah) membawakan jersey tribut untuk gelandang Denmark Christian Eriksen dengan pemain bertahan Denmark Simon Kjaer (kanan) menjelang pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA EURO 2020 antara Wales dan Denmark di Johan Cruyff Arena di Amsterdam pada Juni 26, 2021/Simon Kjaer, dari kambing hitam Denmark, jadi Pahlawan di Euro 2021, Dipuji Legenda AC Milan penyelamat Christian Eriksen 

TRIBUNNEWS.COM - Kualifikasi Piala Dunia 2014, Denmark gagal lolos ke Piala Dunia.

Dua tahun setelahnya, atau Euro 2016, Denmark kembali gagal lolos, dan membuat Morten Olson mengundurkan diri sebagai pelatih setelah 15 tahun.

Morten Olsen secara terbuka menyebut, Simon Kjaer adalah alasan kegagalan Denmark lolos ke Piala Dunia 2014 dan Euro 2016.

Kritik itu, membuat Kjaer menjadi sasaran media dan supporter Denmark.

Bek Denmark, Simon Kjaer berduel dengan penyerang Perancis Olivier Giroud dalam laga terakhir grup C Piala Dunia 2018, Selasa (26/6/2018).
Bek Denmark, Simon Kjaer berduel dengan penyerang Perancis Olivier Giroud dalam laga terakhir grup C Piala Dunia 2018, Selasa (26/6/2018). (Getty Images)

Baca juga: Mikkel Damsgaard, Tumpuan Denmark di Euro 2021, Buah Kerja Keras Ranieri dan Sukses Kalahkan Eriksen

Baca juga: Harry Maguire Diselamatkan Southgate, Carragher dan Solskjaer, Bersinar Bersama Inggris di Euro 2021

“Selalu ada kambing hitam, dan saya memiliki peran itu untuk suatu periode," buka Kjaer di laman Tipsbladet

"Morten Olsen pernah berkata bahwa saya bukan teman terbaik dengan bola. Di Denmark, komentar itu memberi saya predikat bahwa saya tidak bisa bermain sepak bola.

"Saya sangat menyukai Morten, tetapi saya tidak bisa berterima kasih padanya untuk komentar itu, karena itu tetap bersama saya selama bertahun-tahun,” ujar Kjaer.

Namun, Euro 2020, menjadi cerita lain bagi Kjaer.

Franco Baresi, legenda AC Milan, adalah pria yang selalu mengritik siapapun kapten AC Milan.

Namun, musim ini, Baresi memuji setinggi langit ketika mengetahui Kjaer adalah kapten AC Milan.

Halaman
1234
Penulis: Gigih
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas