Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Pemerintah Izinkan Pertandingan Liga 2 Digelar di Wilayah Jawa-Bali Level 2 dan 3 PPKM

Pemerintah mengizinkan digelarnya pertandingan Sepakbola Liga 2 Indonesia pada masa PPKM di Jawa-Bali selama sepekan ke depan.

Pemerintah Izinkan Pertandingan Liga 2 Digelar di Wilayah Jawa-Bali Level 2 dan 3 PPKM
Tangkap Layar Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI
Luhut Binsar Pandjaitan Kabarkan PPKM Leveling Bali Turun Jadi Level 3 (Tangkap Layar Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI) Senin (13/9/2021) 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah mengizinkan digelarnya pertandingan Sepakbola Liga 2 Indonesia pada masa Pemberlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali selama sepekan ke depan.

Hal itu itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (20/9/2021).

"Membuka pelaksanaan liga 2," kata Luhut.

Baca juga: Hasil PPKM Baik, Angka Infeksi di Masyarakat Turun, namun Tetap Waspada akan Varian Baru

Meskipun demikian, pertandingan Liga 2 hanya boleh digelar di kota dan kabupaten level 2 dan 3 di Jawa-Bali. S

elain itu  pemerintah membatasi jumlah pertandingan Liga 2 yang digelar yakni maksimal 8 pertandingan setiap pekannya. 

"Dengan maksimal 8 pertandingan per minggu," katanya.

Baca juga: Luhut: Tidak Ada Lagi Kabupaten atau Kota di Jawa Bali yang Berstatus Level 4 PPKM

Selain itu dalam PPKM sekarang ini, pemerintah juga memperbolehkan restoran di fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor beroperasi dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.

Luhut meminta masyarakat untuk mematuhi ketentuan pemerintah tersebut demi terkendalinya Pandemi Covid-19

"Pemerintah hari ini terus memohon kepada masyarakat agar terus tidak bereuforia yang pada akhirnya dapat mengabaikan segala macam bentuk protokol kesehatan yang ada," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas