Persija Jakarta Main Imbang dengan Persita Tangerang
Persija Jakarta harus rela berbagi poin dengan Persita Tangerang, saat kedua klub bertemu di pekan kelima BRI Liga 1
Editor:
Toni Bramantoro
Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persija Jakarta harus rela berbagi poin dengan Persita Tangerang, saat kedua klub bertemu di pekan kelima BRI Liga 1, Selasa (28/9/2021) malam.
Macan Kemayoran dan Pendekar Cisadane bermain imbang dengan skor 1-1, saat keduanya bertemu di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, sepanjang babak kedua, lini tengah Persija Jakarta minim koordinasi.
Bahkan lini tengah Persija yang dihuni Rohit Chand cenderung pasif, seakan tidak bermain.
Itu dikarenakan anak asuh Angelo Alessio selalu membangun serangan dari sayap.
Minimnya koordinasi di lini tengah, membuat Striker Macan Kemayoran Marco Simic harus bekerja keras untuk mendapatkan bola.
Berkali-kali Simic terlihat menjemput bola di lapangan tengah.
Bahkan Simic terkadang harus berduel dengan pemain Persita untuk mendapatkan bola.
Babak Kedua Persija vs Persita: Macan Kemayoran Tidak Pernah Bangun Serangan dari Lini Tengah
Persija mengawali babak kedua dengan bermain agresif.
Simic sempat mengancam gawang Persita di menit ke-48.
Menerima umpan lambung bola corner kick dari Marco Motta, dia berhasil melakukan sundulan.
Namun, heading Simic masih melebar ke sisi kiri gawang.
Pertahanan dan pressing kuat terus dilakukan Pendekar Cisadane.
Lini tengah Persija terkesan mati, lantaran selalu mengembangkan permainan dari sayap.
Alhasil, Marco Simic harus berjibaku untuk mendapatkan bola.
Berusaha mendapatkan bola, Simic malah diganjar kartu kuning menit ke-49 karena melanggar Ade Jantra.
Dia melakukan tackle keras kepada Ade yang menguasai bola.
Menit ke-53 Persita justru berhasil mengancam gawang Persija dari sisi kanan lewat Alex Dos Santos.
Namun bola umpan yang terlalu deras membuat eksekusi dari Alex kurang sempurna, alhasil bola melebar di sisi kanan gawang Persija.
Duel sengit antara mewarnai laga antara Macan Kemayoran vs Pendekar Cisadane.
Berkali-kali pemain kedua klub melakukan duel-duel fisik.
Irsyad Maulana tergeletak di lapangan pada menit ke-54.
Diduga, Irsyad tergeletak akibat benturan dengan Motta beberapa menit sebelumnya.
Alhasil, Irsyad Maulana tidak bisa melanjutkan pertandingan. Dia digantikan Aldi Al Cahya pada menit ke-57.
Menit ke-61 Angelo Alessio mempertebal lini serang Persija dengan memasukkan Taufik Hidayat, menggantikan bek Adrianus Dwiki Poernomo.
Persija tak pernah membangun serangan dari lini tengah, selalu mengandalkan sayap.
Osvaldo Haay yang kerap menjadi tumpuan membangun serangan, tiba-tiba terjatuh di menit ke-74.
sembari memegangi kedua kakinya, Osvaldo menepi pinggir lapangan.
Osvaldo bahkan sampai melepas kedua sepatunya, dan dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Dony Tri Pamungkas (pemain tengah) dan Ilham Rio Fahmi (pemain bertahan) masuk pada menit ke-76.
Dony menggantikan Osvaldo Haay yang sebelumnya terjatuh di lapangan, sementara Ilham Rio menggantikan Alfriyanto Nico.
Bek Persita Edo Febriansyah meringkuk kesakitan di menit ke-77 akibat melakukan duel dengan pemain Persija.
Namun Edo masih mampu berdiri dan bisa melanjutkan pertandingan.
Persita menambah kekuatan di lini depan dan lini tengah pada menit ke-80.
Striker Persita, Chandra Waskito masuk menggantikan Nur Hardianto.
Sementara Sin Yeong Bae digantikan Taufiq Febrianto.
Rohit Chand mengancam gawang Persita di menit ke-82.
Menerima bola muntahan Dhika Bhayangkara yang menepis bola dengan kurang sempurna, Rohit langsung melepaskan tembakan keras.
Namun sayang, bola Rohit melambung jauh di atas mistar gawang Persita.
Menit ke-88, Taufik Hidayat sempat mengancam gawang Persita.
Menerima operan dari Rio Fahmi, Taufik sukses mengecoh bek Persita.
Namun sayang bola sepakan Taufik terlalu lemah, sehingga mudah ditangkap Dhika Bhayangkara.
Menit ke-90, dua pemain Persita terjatuh, mereka adalah Edo Febriansyah dan Muhammad Toha.
Keduanya ditarik keluar lapangan, sehingga Persita harus bermain dengan 9 orang.
Wasit memutuskan perpanjangan waktu pertandingan sebanyak tiga menit.
Di tiga menit tersisa, Persija asuhan Angelo Alessio makin tampil ngotot.
Mereka berusaha menembus pertahanan Persita, dan berulang kali melepaskan tembakan ke gawang Dhika Bhayangkara.
Banyak pemain Persita mengalami cedera di sisa injury time karena melakukan blok, melakukan banyak duel udara dengan pemain Persija.
Menit ke-93 Maman Abdurahman diganjar kartu kuning karena menghalau bola umpan Persita menggunakan kedua tangannya.
Cardoso yang mengambil bola tendangan bebas, hampir mencetak gol.
Bola lambung tendangan Cardoso melengkung ke arah kanan dan membentur mistar gawang Persija.