Superskor

Super Pandit

Pesona yang Ditawarkan Simone Inzaghi di Inter Milan: Melangkah Lebih Jauh dari Era Antonio Conte

Sentuhan Simone Inzaghi untuk Nerazzurri adalah kunci terhapusnya kutukan Inter Milan dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.

Penulis: deivor ismanto
Editor: Dwi Setiawan
Pesona yang Ditawarkan Simone Inzaghi di Inter Milan: Melangkah Lebih Jauh dari Era Antonio Conte
Marco BERTORELLO / AFP
Pemain depan Inter Milan asal Bosnia Edin Dzeko (kedua kiri) merayakan setelah membuka skor selama pertandingan Grup D Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Shakhtar Donetsk pada 24 November 2021 di stadion San Siro di Milan. 

TRIBUNNEWS.COM - Simone Inzaghi sukses membawa Inter Milan lolos ke babak 16 besar Liga Champions usai kandaskan perlawanan Shakhtar Donetsk dengan skor 2-0, Kamis (25/11/2021)

Capaian tersebut jelas membuat Interisti senang bukan main, setelah di dua musim sebelumnya, Inter Milan selalu gagal melangkah lebih jauh dari penyisihan grup.

Antonio Conte memang mampu memberi gelar Scudetto untuk Inter, namun saat berlaga di Liga Champions, Nerazzurri malah mati kutu.

Bahkan di musim lalu, Inter Milan menjadi juru kunci di penyisihan grup Liga Champions, mereka tak lebih baik dari Shakhtar yang berada tepat di atasnya.

Ya, sentuhan Simone Inzaghi untuk Nerazzurri adalah kunci terhapusnya kutukan Inter Milan dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.

Pelatih Inter Milan Italia Simone Inzaghi bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Sampdoria dan Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris di Genoa pada 12 September 2021.
Pelatih Inter Milan Italia Simone Inzaghi bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Sampdoria dan Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris di Genoa pada 12 September 2021. (Marco BERTORELLO / AFP)

Baca juga: Perasaan Campur Aduk Pioli, Asa AC Milan ke 16 Besar Liga Champions Terjaga & Tumbal Rossoneri

Baca juga: Superioritas Liverpool di Liga Champions, Magis Taktik Klopp, Peran Rekrutan Anyar & Sihir Mo Salah

Inzaghi datang ke San Siro dengan pikulan beban yang berat, selain dituntut untuk mempertahankan gelar yang sudah diraih Antonio Conte musim lalu.

Eks juru taktik Lazio itu juga diharapkan mampu menjadi "penenang" di ruang ganti Inter Milan yang sedang mengalami kriris finansial.

Tak seperti Conte yang "rewel" Inzaghi adalah pelatih yang tak banyak ulah, lima tahun di Lazio, tak ada kabar miring yang mencoreng nama baiknya sebagai pelatih.

Dari segi taktik, ia mempertahankan skema lamanya di Lazio. Yaitu bermain dengan pakem 3-5-2.

Harus ditinggal beberapa pemain kunci seperti Romelu Lukaku dan Acharaf Hakimi, tak membuat Inter Milan kehilangan tajinya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas