Superskor

Super Pandit

Pesona yang Ditawarkan Simone Inzaghi di Inter Milan: Melangkah Lebih Jauh dari Era Antonio Conte

Sentuhan Simone Inzaghi untuk Nerazzurri adalah kunci terhapusnya kutukan Inter Milan dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.

Penulis: deivor ismanto
Editor: Dwi Setiawan
Pesona yang Ditawarkan Simone Inzaghi di Inter Milan: Melangkah Lebih Jauh dari Era Antonio Conte
Marco BERTORELLO / AFP
Pemain depan Inter Milan asal Bosnia Edin Dzeko (kedua kiri) merayakan setelah membuka skor selama pertandingan Grup D Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Shakhtar Donetsk pada 24 November 2021 di stadion San Siro di Milan. 

Conte lebih bermain secara direct dan pragmatis, ia mengedepankan umpan lambung yang menusuk mencari para wing back yang memiliki kecepatan.

Permainan yang diusung Inzaghi terbukti mampu membuat Inter Milan lebih sering melakukan passing di dalam kotak penalti.

Rata-rata umpan ke dalam kotak penalti Nerazzurri musim ini berada di angka 13.13 per pertandingannya.

Baca juga: Christopher Nkunku, Buangan PSG yang Dipoles RB Leipzig menjadi Kandidat Top Skor Liga Champions

Baca juga: Real Madrid Tatap Trofi Liga Champions Lewat DNA Juara Sosok Pengganti Ramos & Idola Cannavaro

Sedangkan di era Conte, Inter hanya mampu melakukan progresi umpan ke dalam kotak hanya berada di angka 11.3 per pertandingan.

Dari segi kolektivitas, Inzaghi juga mampu meberikan sentuhan yang apik.

Sudah ada 15 pemain berbeda Inter Milan yang mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Bahkan, sang wing back, Ivan Perisic telah mencitpakan tiga gol untuk Nerazzurri musim ini.

Inter tak terlalu bergantung pada 1 atau 2 pemain untuk mencetak gol.

Saat Dzeko atau Lautaro mengalami paceklik, peran lini kedua mampu menjadi pemecah kebuntuan.

Lalu di lini tengah, Inzaghi juga mampu mempertahankan permainan apik yang ditunjukkan Brozovic dan Barella musim lalu.

Kedua pemain tersebut tak kehilangannya sentuhannya meski Inzaghi menerapkan adaptasi yang berbeda dengan Antonio Conte.

Brozovic menjadi regista yang mengatur tempo permainan Inter Milan. Akurasi passing pria asal Kroasia itu mencapai di angka 88% per pertandingan.

Ia juga menjadi sosok kunci di lini tengah sebagai penghalau pertama transisi bertahan ke menyerang lawan saat Nerazurri mendapat serangan balik.

Dengan kuatnya aspek bertahan Brozovic, memberi keleluasaan kepada Barella untuk tampil lebih ke depan dan merepotkan pertahanan lawan.

Barella telah menerobos ke kotak penalti lawan lewat dribel sebanyak tujuh kali, menjadi yang tertinggi diantara gelandang Inter lainnya.

Dribel sukses pria asal Italia itu juga berada di angka 1.38 per pertandingan, kembali menjadi yang tertinggi di antara pemain tengah Nerazzurri.

Ya, adaptasi permainan yang dilakukan Inzaghi selama ini membuat Inter Milan tetap menjadi tim yang diperhitungkan untuk meraih scudetto meski ditinggal oleh deretan pemain kunci.

Ramuan-nya juga sukses membuat Inter Milan melangkah lebih jauh di Liga Champions, mengakhiri catatan buruk yang diukir Conte.

Gaya permainan yang berbeda dengan Antonio Conte juga mampu membuat Inter Milan tampil lebih menghibur dan berbahaya.

bukan tak mungkin, jika terus tampil konsisten. Juru taktik berusia 45 tahun tersebut mampu membawa Inter Milan mempertahankan gelar Scudetto di musim lalu.

Dan membawa Nerazzurri bertaji dalam petualangannya di Liga Champions menghadapi tim-tim terbaik di benua biru.

(Tribunnews.com/Deivor)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas