Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Membenahi Elemen Passing

Nampak jelas sekali, para pemain Indonesia belum memguasai faktor mendasar bagaimana seharusnya seorang pemain melakukan passing dengan benar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: cecep burdansyah
zoom-in Membenahi Elemen Passing
Istimewa
Wina Armada Sukardi 

Oleh Wina Armada Sukardi,

Analis sepak bola

Kemenanan besar kesebelasan U-19 Indonesia 7- 0 atas kesebelasan Brunai, dan hasil seri 0-0 melawan Thailand dalam kejuaraan AFF U-19, sama sekali tidak menafikan, passing atau operan para pemain Indonesia memang masih sangat buruk.

Nampak jelas sekali, para pemain Indonesia belum memguasai faktor mendasar bagaimana seharusnya seorang pemain melakukan passing dengan benar.

Begitu banyak kesalahan mendasar dari pemain Indonesia dalam menjalankan passing. Kesalahan elementer pertama passing yang dilakukan pemain Indonesia sudah sangat kasat mata: tidak akurat.

Passing atau operan pemain Indonesia sering tidak sampai kepada pemain yang dituju. Passing tersebut terlalu lemah, atau sebaliknya malah terlalu keras. Tak hanya itu, keterlaluannya, passing pemain Indonesia justru sering juga salah alamat diterima pemain lawan.

Dalam hal ini, pemain Indonesia seperti tidak tahu bagaimana menyepak bola supaya tepat sasaran. Arahnya keliru, atau kecepatannya tidak cukup sampai pemain yang dituju. Sebaliknya malah terlampau keras sampai tak dapat dijangkau oleh yang diberi umpan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini soal sangat mendasar. Tidak bisa tidak, para pemain Indonesia harus diberikan pelajaran secara elementer, bagaimana melakukan passing yang benar.Mungkin perlu ada satu atau dua hari sesi khusus pemain diberikan perbaikan cara melalukan passing.

Kesalahan berikutnya, pemain Indonesia kurang punya visi kepada siapa sebaiknya passing diberikan. Apalagi memang pemain Indonesia kurang memiliki kebiasaan mendekati diri kepada pemain yang sedang menguasai bola, sehingga mempersulit pemain tidak dapat memberikan passing kepada pemain yang bebas dari lawan.

Walhasil, sering kali pemain memberikan passing ke ruang kosong atau kepada pemain yang justeru dijaga oleh lawan. Terkadang bahkan passing malah “diberikan” kepada lawan.

Para pemain Indonesia harus diberikan pemahaman, selain passing harus akurat, juga perlu diberikan kepada pemain yang tidak terkawal, juga ditujukan untuk mengacaukan komposisi pemain lawan, terutama dalam penyerangan.

Selanjutnya terlihat jelas pemain Indonesia tak begitu tak faham tujuan passing. Hal ini terutama terlihat pada para pemain belakang. Passing pemain belakang seharusnya pertama-taman ditunjukkan untuk pengamanan wilayah pertahan kita. Passing menghindari dari keadaan yang lebih buruk.

Setelah itu passing pemain belakang untuk ikut membangun serangan. Passing mempersiapkan penyerangan. Membuka ruang agar dapat peluang. Setidaknya komposisi pemain lawan menjadi terbuka atau melemah.

Khusus untuk pemain belakang Indonesia, passingnya sering benar-benar “ngawur,” dan pemain seperti bingung dan,pemain seperti terjangkit, maaf, “hilang akal sesaat.” Kenapa?

Agak aneh, pemain belakang Indonesia memiliki prinsip passing “pokoknya ke belakang.” Tidak peduli dalam situasi apapun, para pemain belakang Indonesia cenderung memberikan passing ke belakang. Padahal pemain yang akan dioper jelas-jelas dikawal atau dibayangi pemain lawan.

Tentu saja akibatnya passing tersebut malah membahayakan gawang sendiri.
Pemain belakang Indonesia sama sekali tidak faham “tik-tak” passing di belakang itu untuk membangun serangan, mengacaukan pertahanan lawan, dan bukan sekedar “mengoper-oper bola tanpa tujuan. “ Apalagi bukan sekedar untuk “passing ke belakang.”

Hal ini terjadi beberapa kali ketika Indonesia melawan Thailand. Kalau saja kiper Indonesia, Cahya Supriadi, tidak tampil gemilang, gawang Indoensia sudah kebobolan dari kesalahan passing mendasar ini.

Jika passing pemain belakang Indonesia ini tidak segera dibenahi, dapat dipastikan bakal membahayakan dan bukan tidak mungkin berujung gol.

Kemudian, sangat terlihat pemain Indonesia tidak faham kapan sebaiknya passing diberikan. Dengan kata lain, para pemain Indonesia kurang menguasai timing memberikan passing

Misal, ketika pemain lawan sedang menyerang dan bola beralih ke pemain Indonesia, pemain tidak langsung mengoper ke depan lantaran pertahanan lawan sudah terbuka.
Pemain malah menahan bola lebih dahulu sehingga membuat lawan dapat memperkuat pertahanannya.

Sebaliknya passing sering terburu-buru sampaikan ke depan, tetapi ke ruang kosong. Tak ada pemain Indonesia di situ. Maklumlah passing diberikan terlampau cepat tanpa memperhirtungkan dan melihat apakah sudah waktunya dia melakukn passing karena belum ada pemain Indonesia disana.

Sedangkan passing pemain depan kita sering tidak jelas, apakah dia ingin melakukan passing, ataukah mau langsung menembak ke arah gawang. Akibatnya kebangakan passing pemain Indonesia menjadi serba tanggung dan tidak efektif.

Pemain yang sudah menunggu passing, tidak dapat menjangkau bol, karena bola lebih dekat ke kiper. Sementara bagu lawan, passing seperti itu sama sekali tidak merepotkan, mudah dipatahkan.

Semestinya kalau mau passing ditujukan kepada pemain kawan sendiri, passing harus akurat dan dekat dengan pemain yang mau dioper. Sedangkan kalau mau langsung ke gawang lawan, passing harus lebih keras dan penempatannya juga menyulitkan kiper.

Kelemahan passing pemain Indonesia sudah menjadi rahasia umum. Mengemukakan kelemahan passing kesebelasan Indonesia ini, tidak berarti kita tidak nasionalis. Beberapa pelatih asing bahkan sudah blak-blakan mengutarakan passing para pemain Indonesia merupakan suatu kelemahan.

Strategi apapun yang diterapkan, pelatih siapapun yang mengendalikannya, apabila passing pemain Indonesia tidak segera direvisi secara total, kesebelahan Indonesia tak bakal meraih hasil optimal. *

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
Berita Populer
Atas