Kevin de Bruyne Membuat Sejarah di Liga Champions dengan Gol Indahnya ke Gawang Real Madrid
Pesepakbola Belgia, Kevin de Bruyne membantu Manchester City ketika mereka membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan melawan pemenang UCL 14 kali.
Penulis: Muhammad Barir

TRIBUNNEWS.COM- Pesepakbola Belgia, Kevin de Bruyne membantu Manchester City ketika mereka membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan melawan pemenang UCL 14 kali, Real Madrid.
Kevin De Bruyne terbukti cukup bisa diandalkan untuk Manchester City.
Dan gol Kevin de Bruyne ke gawang Real Madrid tentu memperkuat reputasi tersebut.
Kevin de Bruyne berhasil mencetak gol ke gawang Thibaut Courtois.
Dengan tembakan kaki kanan yang menggelegar dari luar kotak penalti untuk membuat skor 1-1 di Bernabeu.
Sementara para penggemar pasti akan menghargai kontribusinya pada permainan ini.
11 dari 14 gol Kevin De Bruyne di Liga Champions terjadi di babak sistem gugur.
Tidak ada pemain Man City yang mencetak gol lebih banyak dalam sejarah Liga Champions. Tiga gol dalam tiga pertandingan semifinal terakhirnya.
Mereka juga akan memuji waktu pesepakbola untuk membantu Cityzens dalam pencarian mereka untuk meraih kejayaan di kompetisi kontinental.
Sampai sekarang, pesepakbola Belgia ini cukup tepat dalam hal mencetak gol untuk Manchester City sejak dia bergabung dengan mereka.
Tetapi yang terpenting, dia telah menjadi kunci untuk klub Inggris di hampir setiap pertandingan yang mampu dia cetak. dalam turnamen ini.
Gol ini tidak diragukan lagi akan dicatat dalam sejarah sebagai salah satu yang terbesar bagi pemain Belgia itu.
Dan siapa tahu, itu juga bisa menjadi sangat penting bagi harapan mereka untuk mencapai final tahun ini.
Kontroversi Bola Keluar
Kontroversi terjadi setelah laga Real Madrid berakhir dengan skor 1-1 melawan Manchester City.
Kontroversi dipicu karena bola keluar saat Manchester City membangun serangan.
Namun saat bola keluar itu, wasit mengabaikannya sehingga menimbulkan protes dari kubu Real Madrid.
Real Madrid harus bermain 1-1 melawan Manchester City di leg pertama babak semifinal Liga Champions.
Tayangan ulang terlihat bola sempat keluar saat Manchester City membangun serangan untuk mencetak gol ke gawang Real Madrid.
Fans Real Madrid mengecam VAR karena kesalahan dalam penilaian menjelang gol penyama kedudukan Man City.
Penggemar Real Madrid dibuat marah setelah rekaman pasca pertandingan mengungkapkan bahwa gol penyama kedudukan Man City seharusnya tidak berlaku, saat bola keluar dari permainan saat membangun serangan ke gawang.
Para pendukung setia Santiago Bernabeu melihat tim mereka berbagi keunggulan penting dalam hasil imbang 1-1 dari pertemuan leg pertama semifinal Liga Champions.
Itu adalah pertandingan yang aneh, dengan Real Madrid memimpin di babak pertama setelah dominasi City,
dan Man City menyamakan kedudukan di babak kedua meskipun tuan rumah memiliki babak kedua yang lebih baik.
Kebuntuan terpecahkan pada menit ke-36 ketika Vinicius Jr mencetak gol ketujuhnya musim ini setelah pergerakan brilian dan assist dari Eduardo Camavinga melawan laju permainan.
Babak kedua dimulai dengan catatan yang menjanjikan untuk Real Madrid, tetapi Man City yang dihargai atas kesabaran mereka.
Kevin De Bruyne menyamakan kedudukan untuk City pada menit ke-67 dengan tendangan yang mirip dengan Vinicius.
Namun, gol tersebut memicu kontroversi di lapangan dan ruang istirahat tuan rumah karena bola tampaknya keluar dari permainan saat membangun serangan ke gawang.
Bernardo Silva telah mengontrol bola dekat dengan touchline di sayap kanan.
Namun, sentuhannya terasa sedikit berat, memaksa bola melewati garis.
Ancelotti, yang berdiri di tepi area teknisnya beberapa meter dari gelandang Portugal itu, dengan cepat memberi isyarat kepada ofisial pertandingan bahwa bola telah melewati garis tetapi protes tidak membuahkan hasil.
Dengan permainan dilanjutkan, Real Madrid memenangkan penguasaan bola tetapi kehilangannya di tengah,
memberi Jack Grealish dan Ilkay Gundogan kesempatan untuk menggabungkan dan memberi umpan kepada De Bruyne untuk mencetak gol.
Menurut teknologi 3D, bola keluar dari lapangan.
Sementara itu, Carlo Ancelotti dalam reaksinya pasca pertandingan mengkritik wasit Artur Soares Dias.
Setelah menerima kartu kuning karena memprotes keputusan wasit di pinggir lapangan, pelatih Italia berusia 63 tahun itu menegaskan kembali bahwa gol penyama kedudukan City seharusnya tidak sah karena gambar yang dilihatnya setelah gol tersebut menegaskan bahwa bola memang keluar dari permainan.
"Sepertinya [bola] keluar," kata Ancelotti kepada Movistar dikutip dari Live Soccer TV.
"Dan sebelum itu, ada sepak pojok yang [wasit] tidak berikan. Wasit tidak terlalu perhatian. Dia memberi saya kartu kuning dan saya berkata 'Berikan mereka di lapangan, bukan di luar lapangan!'
"Itu keluar. Bukan saya yang mengatakannya, teknologinya," tambah Ancelotti dalam konferensi pers pascapertandingan.
"Itu mengejutkan saya. Itu detail kecil, tapi wasit tidak perhatian. Para pemain pantas mendapatkan lebih banyak kartu di lapangan, bukan [saya] di luar lapangan."
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.