Hasil Inter Milan vs Torino - Lolos Semifinal, Cristian Chivu Mode Bapak Sayang Anak
Dua pemain primavera Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate dipuji pelatih Inter Cristian Chivu karena berperan besar bantu ke semifinal Coppa Italia.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Mode bapak sayang anak menghiasi sukses Inter Milan lolos ke semifinal Coppa Italia 2025/2026 berkat kalahkan Torino 2-1
- Christian Chivu sebagai pelatih Inter Milan memainkan dua pemain mudanya dari tim primavera, Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate
- Langkah ini menunjukkan Cristian Chivu tidak lupa akarnya karena mengawali karier kepelatihan sebagai juru taktik di tim akademi Inter Milan
TRIBUNNEWS.COM - Mode 'bapak sayang anak' menghiasi kesukseskan Inter Milan lolos ke Semifinal Coppa Italia 2025/2026. Sepasang pemain muda dari tim primavera Inter Milan tuai pujian!
Hasil pertandingan perempat final Coppa Italia antara Inter Milan vs Torino rampung lewat skor 2-1 di U-Power Stadium, Monza, Kamis (5/2) dini hari WIB.
Inter Milan unggul lebih dulu berkat gol Ange-Yoan Bonny (35') dan Andy Diouf (47'). Torino kemudian hanya bisa membalas satu gol lewat Sandro Kulenovic (57').
Dengan kemenangan ini, Inter Milan berhak melaju ke babak semifinal Coppa Italia 2025/2026. Pada perebutan tiket ke final, Inter Milan akan menghadapi pemenang laga Napoli vs Como.
Sementara sepasang pertandingan perempat final lainnya mempertemukan Atalanta vs Juventus dan Bologna vs Lazio. Adapun Fase semifinal akan dihelat dalam dua leg pada Maret dan April mendatang.
Sorotan pasca-laga tertuju kepada dua pemain asal primavera Inter yang dipromosikan bermain di tim utama pada laga kali ini.
Dia adalah Matteo Cocchi (19) dan Issiaka Kamate (21).
Bagi allenatore Inter Milan, Cristian Chivu, Cocchi dan Kamate bukan sosok baru di matanya. Sebab sebelum dipromosikan sebagai pelatih tim utama Inter, Chivu adalah pelatih di tim primavera Nerazzurri.
Sehingga, pelatih berusia 45 tahun asal Rumania ini mengetahui secara pasti bagaimana kualitas keduanya.
Sebagai pelatih, Chivu tak ubahnya ayah bagi para pemainnya. Termasuk untuk Cocchi dan Kamate yang dilatihnya sejak berada di tim akademi.
Chivu yang pernah menjadi bagian era treble winner Inter musim 2009/2010, memanggil keduanya dan memainkan sebagai starter.
Baca juga: Bagan Semifinal Coppa Italia 2025/2026: Inter Milan Pertama, Chivu Bayar Mahal 2 Strikernya Cedera
Hasilnya, Kamate menyumbang satu assist pada laga melawan Torino.
Meski tidak bermain selama 90 menit karena Cocchi ditarik keluar pada menit 75', dan Kamate lima menit setelahnya, kedua pemain muda tim primavera Inter ini menunjukkan progres yang luar biasa.
Hal itu diakui oleh Cristian Chivu setelah laga dalam wawancaranya dengan SkySport Italia.
"Saya mengucapkan selamat kepada Cocchi dan Kamate, dan semua orang yang bekerja sama dengan mereka dalam perjalanan tim muda," puji Cristian Chivu, dilansir Football Italia.
"Dengan beberapa pemain muda kami yang berkembang, tim sangat senang mengetahui hal ini."
Apa yang dilakukan Chivu menunjukkan bahwa dia tidak mengabaikan 'akarnya' berawal sebagai pelatih tim akademi Inter Milan.
Dia berusaha untuk memberikan menit bermain untuk tulang punggung Inter di masa depan, sekalipun skuad tim Biru-Hitam kini disesaki deretan pemain kualitas bintang.
"Dalam laga-laga padat seperti ini, Anda membutuhkan energi baru, dan itu bisa Anda dapatkan dari para pemain muda di tim akademi."
"Jadwal Februari ini dan seteruskan akan padat, pilihan rotasi menjadi keputusan paling bijak dan menentukan," terangnya.
Tim Primavera Inter Menjanjikan
Jangan kaget jika Inter Milan memiliki tim akademi atau primavera yang melahirkan banyak talenta berbakat.
Selain Cocchi dan Kamate, Inter Milan lebih dulu mengorbitkan Pio Esposito. Adik dari Sebastiano Esposito ini baru berusia 20 tahun, dan menghuni posisi striker.
Berada di tim akademi youth Inter sejak 2014, Pio, kini menjelma sebagai andalan di lini depan Nerazzurri. Bahkan dia mulai menggeser line-up reguler yang musim lalu diamankan Marcus Thuram.
Cristian Chivu lebih senang memainkan Pio bersama Lautaro Martinez.
Bermain dalam 30 laga di semua kompetisi, Pio menggelontorkan lima gol dan enam assist.
Secara fisik, dia tipikal permainan Zlatan Ibrahimovic sebagai penyerang tengah murni. Namun dalam realisasinya di lapangan, Pio mampu menunjukkan fleksibilitas permainan dengan menjadi 'pelayan' bagi Lautaro Martinez.
(Tribunnews.com/Giri)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.