Sebiji Gol Bikin Ribut, Barcelona Gugat Hasil Lawan Atletico Madrid di Copa del Rey
Barcelona mengajukan pengaduan resmi kepada RFEF usai keputusan wasit yang dinilai merugikan saat dikalahkan Atletico 4-0 di Copa del Rey.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Barcelona mengadu ke Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) atas keputusan wasit dan VAR dalam kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey.
- Gol Pau Cubarsi dianulir secara kontroversial, dengan CTA mengakui adanya gangguan sistem offside semi-otomatis sehingga garis offside digambar manual.
- Barcelona menilai keputusan VAR merusak momentum laga dan meminta klarifikasi serta evaluasi sistem, meski kecil peluang hasil pertandingan diubah.
TRIBUNNEWS.COM – Barcelona mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) usai keputusan wasit dan VAR yang dinilai merugikan mereka dalam kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.
Bertanding di Stadion Metropolitano, Barcelona tampil buruk sejak awal. Gol bunuh diri Eric Garcia pada menit ke-7 membuka keunggulan Atletico, yang kemudian berlanjut lewat gol Antoine Griezmann (14’), Ademola Lookman (33’), dan Julian Alvarez (45+2’).
Kontroversi terjadi di babak kedua ketika gol Pau Cubarsi pada menit ke-52 dianulir setelah tinjauan VAR selama delapan menit karena offside. Keputusan tersebut memicu kemarahan kubu Blaugrana.
Kekalahan ini semakin menyulitkan Barcelona karena Eric Garcia juga dipastikan absen di leg kedua akibat kartu merah. Barcelona dilaporkan akan melayangkan protes resmi ke RFEF keesokan harinya, seperti yang dilaporkan Barca Universal.
Pengakuan Kesalahan Teknis dari CTA
Situasi semakin rumit setelah Komite Teknis Wasit (CTA) mengonfirmasi adanya kesalahan teknis pada sistem offside semi-otomatis.
Dalam pernyataannya, CTA menyebut bahwa keputusan akhirnya diambil dengan menggambar garis offside secara manual, menyusul gangguan pada sistem utama. Namun, gambar yang kemudian beredar dinilai tidak meyakinkan dan justru memperbesar kontroversi.
Bagi Barcelona, penjelasan tersebut sama sekali tidak memuaskan.
Barcelona menilai keputusan VAR tersebut memiliki dua dampak krusial:
- Merampas gol penting yang bisa mengubah dinamika pertandingan di awal babak kedua.
- Menghancurkan momentum yang tengah dibangun tim akibat penundaan panjang selama delapan menit.
Langkah Resmi Barcelona
Atas dasar itu, manajemen Barcelona kini tengah menyusun pengaduan resmi yang akan dikirimkan ke RFEF.
Pengaduan tersebut tidak hanya menyoroti keputusan akhir VAR, tetapi juga prosedur penanganan insiden, transparansi komunikasi, serta dampak penundaan yang berkepanjangan terhadap pertandingan.
Meski kecil kemungkinan hasil pertandingan akan diubah, Barcelona berharap langkah ini dapat:
- Menuntut klarifikasi resmi
- Mendorong evaluasi sistem VAR
- Mencegah terulangnya insiden serupa di laga-laga krusial ke depan
Kini perhatian tertuju pada bagaimana RFEF dan CTA akan menanggapi pengaduan Barcelona. Dengan leg kedua semifinal masih menanti, kontroversi ini berpotensi memanaskan tensi jelang pertemuan berikutnya antara dua raksasa Spanyol tersebut.
Adapun hasil keputusan RFEF nanti, laga leg kedua dipastikan tak akan mudah bagi Barcelona untuk mengejar defisit gol yang banyak.
Leg kedua semifinal Copa del Rey 2025/2026 antara Barcelona vs Atletico Madrid akan digelar di Camp Nou (4/3/2026) pukul 03.00 WIB.
(Tribunnews.com/Ali)
Baca tanpa iklan