Untuk yang Ada di Milan, Ada Pesan Rindu dari Real Madrid
Setelah chaos rasisme yang menimpa Vinicius Jr., dia kirimkan pesan kerinduan kepada pemain AC Milan Luka Modric.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Setelah drama chaos laga Real Madrid vs Benfica yang menjadikan Vinicius Jr. sebagai korban rasisme, pesan rindu dikirimkan kepada seorang pemain AC Milan
- Vinicius Jr. mengaku rindukan bisa bermain dengan gelandang senior AC Milan Luka Modric
- Dalam kacamata Vini, Luka Modric merupakan sosok pemain yang istimewa
TRIBUNNEWS.COM - Untuk klub legendaris Italia, AC Milan, ada pemainnya yang memperoleh pesan rindu dari penyerang andalan Real Madrid, Vinicius Jr.
Baru-baru ini Vinicius Jr. mendapatkan sorotan dari pecinta sepak bola di seluruh dunia atas chaos laga Benfica vs Real Madrid, pada Leg 1 playoff 16 Besar Liga Champions 2025/2026.
Vinicius Jr. menjadi satu-satunya pencetak gol dalam kemenangan 0-1 Real Madrid atas Benfica, Rabu (18/2) dini hari WIB di Stadion Da Luz, Lisbos, Portugal.
Kemenangan ini jadi modal apik Madrid menyongsong leg kedua di Santiago Bernabeu (26/2). Los Blancos hanya perlu hasil imbang untuk ke 16 besar.
Terlepas dari itu, chaos pada pertandingan Real Madrid melawan Benfica dikarenakan Vinicius mendapatkan umpatan berupa kata-kata rasis.
Momen ini terjadi setelah Vinicius melakukan selebrasi atas golnya pada menit ke-50'.
Tensi laga sempat memanas karena para pemain Real Madrid memutuskan meninggalkan lapangan, sebelum akhirnya mau melanjutkan pertandingan.
Dalam pernyataannya di luar konteks rasisme yang dia alami, penggawa timnas Brasil tersebut mengakui kerinduannya terhadap seorang pemain yang berada di AC Milan.
Dia adalah Luka Modric.
Luka Modric dikenal sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah memperkuat Los Blancos, julukan Madrid.
Ia bergabung dari Tottenham Hotspur pada 2012 dan menjadi pilar penting Los Blancos hingga berpisah pada 2025.
Selama membela Madrid, Modric mencatat 597 penampilan dengan 43 gol dan 95 assist. Ia juga membantu klub meraih enam trofi Liga Champions dan empat gelar Liga Spanyol.
Baca juga: Prediksi AC Milan vs Como: Misi Rossoneri Dekati Inter, tapi Tim Tamu Siap Beri Kejutan
Merindu yang Ada di Milan
Kini Modric tetap tampil kompetitif di Italia. Bersama Milan, ia mencatat 23 laga di Serie A dengan dua gol dan tiga assist.
Kepergian Modric meninggalkan kesan mendalam bagi pemain Madrid.
Vinicius menyebut sang gelandang sebagai figur yang selalu memberi pelajaran di dalam tim.
Menurutnya, mentalitas Modric saat latihan maupun pertandingan memberi pengaruh besar. Ia menilai karakter kompetitif Modric sulit dicari penggantinya.
"Tidak ada yang seperti Modric di sepak bola pada usia itu, dia hampir 41 tahun dan dia istimewa. Dia di Milan, tahun lalu di Real Madrid, dia yang terbaik di dunia, luar biasa," ujar Vinicius, dikutip dari laman SempreMilan.
"Saya sangat merindukannya karena dia selalu mengajarkan sesuatu kepada kami, dia tidak suka kalah bahkan saat latihan dan selalu marah ketika kalah, tetapi ketika menang dia tak tertahankan."
Vinicius Junior juga mengungkap satu penyesalan dalam kariernya di Real Madrid. Ia menyesal tidak sempat satu tim dengan Cristiano Ronaldo.
Pemain asal Brasil itu datang ke Madrid saat Ronaldo meninggalkan klub. Momen itu membuat keduanya tidak pernah berbagi lapangan sebagai rekan setim.
"Saya tidak cukup beruntung bermain dengan Cristiano," ungkap Vinicius.
"Namun saya tidak bisa mengeluh, saya bermain dengan Karim Benzema dan Luka Modric," kata Vinicius mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.