Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Superskor
LIVE ●

Alex Manninger, Eks Kiper Arsenal dan Juventus Meninggal Dunia setelah Kecelakaan Ditabrak Kereta

Eks kiper Arsenal dan Juventus, Alex Manninger, meninggal dunia setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan dekat Salzburg, Austria.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Alex Manninger, Eks Kiper Arsenal dan Juventus Meninggal Dunia setelah Kecelakaan Ditabrak Kereta
Juventus.com
KABAR DUKA - Alex Manninger, eks kiper Arsenal dan Juventus, meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan dekat Salzburg. 
Ringkasan Berita:
  • Alex Manninger, eks kiper Arsenal dan Juventus, meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan dekat Salzburg.
  • Polisi menyebut korban sempat dievakuasi dan mendapat pertolongan darurat, namun tidak berhasil diselamatkan.
  • Manninger dikenang sebagai sosok profesional dan rendah hati. Ia berkontribusi saat membawa Arsenal meraih gelar serta perannya sebagai pelapis andal di Juventus dan timnas Austria.

TRIBUNNEWS.COM - Dunia sepak bola berduka atas wafatnya mantan kiper Arsenal dan Juventus, Alex Manninger.

Kiper berkebangsaan Austria ini meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah mengalami kecelakaan tragis, mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api.

Kecelakaan tersebut terjadi di sebuah perlintasan dekat Salzburg, Austria, pada Kamis (16/4) pagi pukul 08.20 waktu setempat.

Menurut keterangan kepolisian Salzburg, Manninger yang berada seorang diri di dalam mobil sempat terjebak setelah kendaraannya terseret oleh kereta. 

Tim penyelamat segera melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama menggunakan defibrillator, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kepergian Manninger mengejutkan banyak pihak, mengingat sosoknya dikenal sebagai figur profesional dan rendah hati sepanjang karier. 

Direktur olahraga Federasi Sepak Bola Austria menyebut Manninger sebagai “duta luar biasa” bagi sepak bola negaranya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sosoknya dikenal memiliki sikap yang tenang, disiplin, dan dapat diandalkan baik di dalam maupun luar lapangan.

"Profesionalisme, ketenangan dan keandalannya membuatnya menjadi bagian integral dari timnya dan tim nasional."

"Prestasinya pantas dihormati dan tak terlupakan," kata direktur olahraga Asosiasi Sepak Bola Austria Peter Schottel, dikutip dari BBC Sport.

Baca juga: Sorotan Liga Champions: Peran Kiper Jadi Pembeda, Penentu Nasib Lolos Semifinal

Manninger mengawali karier profesional bersama Red Bull Salzburg sebelum berkelana ke berbagai klub Eropa.

Ia memperkuat total 14 klub sepanjang kariernya, termasuk Arsenal, Juventus, Udinese, Siena, dan Augsburg. 

Pada 2016, Maninger yang kala itu berusia 38 tahun sempat bergabung dengan Liverpool, meski tidak mencatatkan penampilan.

Di level internasional, Manninger mencatatkan 33 caps bersama tim nasional Austria dan menjadi bagian dari skuad UEFA Euro 2008 yang digelar di negaranya sendiri.

Masa paling dikenang adalah saat membela Arsenal pada periode 1997–2002, di bawah asuhan Arsene Wenger. 

Di era itu ia kerap menjadi pelapis David Seaman. Namun, Manninger tampil gemilang ketika dipercaya mengisi posisi utama, terutama pada musim 1997/1998. 

Ia membantu Arsenal meraih gelar Liga Inggris dan Piala FA, bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris bulan Maret 1998.

Kala itu ia membuat serangkaian penampilan impresif, termasuk kemenangan penting atas Manchester United di Old Trafford.

Kariernya juga berlanjut bersama Juventus, di mana ia tampil dalam 42 pertandingan dan menjadi pelapis andal bagi Gianluigi Buffon. 

Ia tiba di Turin pada musim panas 2008, dan berseragam Juventus selama empat musim sebelum bertualang ke klub Italia lainnya.

Total ia membuat 137 penampilan Serie A dengan bermain untuk Juventus, Torino, Siena, Bologna dan Fiorentina.

Satu gelar Scudetto turut ia peresembahkan bersama Juve di bawah Antonio Conte pada 2011-12. 

KABAR DUKA - Alex Manninger, eks kiper Arsenal dan Juventus, meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan dekat Salzburg.
KABAR DUKA - Alex Manninger, eks kiper Arsenal dan Juventus, meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan dekat Salzburg. (Juventus.com)

Baca juga: Juventus Incar Kiper Baru Gantikan Di Gregorio, Emil Audero hingga Vicario Masuk Radar

Ucapan duka mengalir dari berbagai klub yang pernah dibelanya. Arsenal menyatakan sangat terpukul atas kepergian mantan kipernya.

"Semua orang di Arsenal terkejut dan sangat sedih dengan meninggalnya mantan kiper, Alex Manninger," posting Arsenal di X.

"Semua pikiran kami bersama keluarga dan orang yang dicintainya pada saat yang sangat menyedihkan ini," unkap Aesenal. 

Sementara Juventus dan Salzburg turut mengenang Manninger sebagai pribadi yang tidak hanya hebat di lapangan, tetapi juga memiliki karakter luar biasa.

"Ia menunjukkan bahwa peran kiper bukan hanya tentang melakukan penyelamatan, tetapi juga tentang karisma, keandalan, dan semangat pengorbanan yang tenang," tulis Juventus dalam pernyataannya. 

Pesan emosional juga datang dari Gianluigi Buffon dalam surat terbukanya yang menggambarkan sosok Manninger.

Kiper legendaris Juventus itu menilai Manninger sebagai sosok yang memilih jalan hidup berbeda dari kebanyakan pesepak bola—menjauh dari gemerlap dunia sepak bola dan mencari kebahagiaan dalam kesederhanaan, alam, serta keluarga.

Buffon menyoroti bagaimana Manninger tetap teguh pada prinsipnya, menjaga kebebasan dan integritas di tengah dunia yang sering dipenuhi ambisi, kekuasaan, dan keuntungan instan.

Ia mengingat sahabatnya sebagai pribadi yang kuat, mandiri, dan selalu memiliki cara pandang unik terhadap kehidupan, bahkan seolah menertawakan hiruk-pikuk dunia luar.

"Anda telah memilih untuk tetap mandiri dari kecanduan dunia sepak bola, mencari kebahagiaan Anda dalam hal-hal sederhana: kehidupan sehat di hutan, memancing, alam, keluarga. Itu adalah kredo Anda," tulis Buffon.

Kepergian Alex Manninger meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola.

Ia bukan hanya dikenang sebagai penjaga gawang tangguh, tetapi juga sebagai sosok yang membawa ketenangan, dedikasi, dan integritas di setiap tim yang ia bela.

(Tribunnews.com/Tio)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas