Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Logika Terbalik PSG: Kepergian Mbappe Buka Jalan Kejayaan Les Parisiens di Eropa

Selayaknya logika terbalik, kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid, justru membuka jalan PSG menuju kejayaan di Eropa.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Logika Terbalik PSG: Kepergian Mbappe Buka Jalan Kejayaan Les Parisiens di Eropa
AFP/FRANCK FIFE
NASIB APES MBAPPE (ARSIP) - Ekspresi (eks) striker Paris Saint-Germain asal Perancis, Kylian Mbappe. Selayaknya logika terbalik, kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid, justru membuka jalan PSG menuju kejayaan di Eropa.. AFP/FRANCK FIFE 
Ringkasan Berita:
  • Sejak ditinggal pergi Kylian Mbappe pada musim panas 2024, jalan PSG menuju kejayaan di panggung Eropa justru malah terbuka lebar.
  • Keberhasilan PSG memenangkan gelar perdana Liga Champions pada musim pertama setelah ditinggal Mbappe jadi buktinya.
  • Kini, tepat pada musim kedua sejak ditinggal Mbappe, PSG kembali lolos ke final, dan berkesempatan memenangkan gelar Liga Champions keduanya.
  • Sementara Mbappe di Real Madrid, ia justru merasakan puasa gelar dalam dua musim berturut-turut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan PSG lolos ke final Liga Champions Eropa dalam dua musim berturut-turut menyisakan berbagai sorotan menarik.

Salah satunya menyoal kejayaan PSG di Eropa, setelah ditinggal oleh sang superstar, Kylian Mbappe.

Ya, sejak ditinggal pergi Mbappe yang hengkang ke Real Madrid dengan status bebas transfer pada musim panas 2024.

PSG justru seperti mampu menghilangkan momen crash ataupun kutukan setiap kali bertarung di Liga Champions.

Seperti diketahui, sejak dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi selaku presiden klub pada Juni 2011.

PSG terlihat seperti tim yang punya ambisi besar untuk merajai sepak bola.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak hanya sekedar menguasai sepak bola lokal di Prancis saja, melainkan juga di Eropa hingga dunia.

Baca juga: Dejavu Bayern Munchen yang Kembali Crash, Tiket Final Liga Champions Melayang ke Tangan PSG

Berbagai kebijakan elit diambil PSG, dengan mendatangkan pelatih dan berbagai pemain bintang ke Parc Des Princes.

Hanya saja, hal itu nyatanya tidak memberikan jaminan, bahwa hasilnya bakal sebanding lurus dengan keinginan mereka.

Pemain depan Paris Saint-Germain Argentina Lionel Messi (kanan) dan pemain depan Paris Saint-Germain Brasil Neymar bertepuk tangan setelah pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions Club Brugge melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Jan Breydel di Bruges, pada 15 September, 2021.
Pemain depan Paris Saint-Germain Argentina Lionel Messi (kanan) dan pemain depan Paris Saint-Germain Brasil Neymar bertepuk tangan setelah pertandingan sepak bola Grup A Liga Champions Club Brugge melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Jan Breydel di Bruges, pada 15 September, 2021. (KENZO TRIBOUILLARD / AFP)

PSG memang mampu berjaya di negaranya sendiri, dengan memenangkan banyak gelar di kompetisi domestik.

Namun ketika bertarung di Liga Champions Eropa, PSG seakan hobi mengalami crash di momen kritis.

Pada periode musim 2012/2013 s/d 2015/2016 ketika PSG mulai menjadi langganan peserta Liga Champions.

Tim berjuluk Les Parisiens itu mengalami crash beruntun dalam empat musim berturut-turut, lantaran tersingkir di babak perempat final.

Nasib lebih tragis dialami PSG pada tiga musim setelahnya, yakni periode 2016/2017 sd 2018/2019.

Pada tiga musim yang berbeda tersebut, PSG diketahui rutin tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.

Kesedihan Neymar gagal rengkuh trofi Liga Champions, bintang PSG menangis
Kesedihan Neymar gagal rengkuh trofi Liga Champions, bintang PSG menangis (AFP)

Puncak performa PSG sebenarnya terjadi pada musim 2019/2020, saat era pandemi Covid 19.

Pada musim tersebut, PSG untuk pertama kalinya mampu menjadi finalis Liga Champions.

Sayangnya, final pertama PSG di Liga Champions tersebut berakhir pilu.

PSG secara tragis dipaksa keok melawan Bayern Munchen dengan skor 1-0 di laga puncak.

Pada musim 2020/2021, PSG gagal mengulangi pencapaian pada musim sebelumnya, karena mentok di semifinal.

Lalu di musim 2021/2022 dan 2022/2023, ketika PSG punya trio maut yang terdiri Kylian Mbappe, Neymar dan Lionel Messi.

Laju PSG justru hanya bisa mentok di babak 16 besar saja.

Nasib PSG di kompetisi Eropa mendadak berubah lebih baik, ketika Luis Enrique ditunjuk sebagai pelatih utama.

Pelatih asal Spanyol itu seakan mampu menemukan ramuan jitu dalam meracik skuat PSG, agar tidak terlalu bergantung pada pemain bintang tertentu.

Kepergian Neymar dan Messi pada musim yang pertama Enrique melatih PSG, nyatanya tidak membuat tim barunya kehilangan arah.

PSG JUARA - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique mengangkat trofi juara Liga Champions setelah menaklukkan Inter Milan di final 5-0 di Allianz Arena, Munich, pada Minggu (1/6/2025) dini hari WIB.
PSG JUARA - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique mengangkat trofi juara Liga Champions setelah menaklukkan Inter Milan di final 5-0 di Allianz Arena, Munich, pada Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. (UEFA.com)

Pada musim pertamanya di PSG, Enrique mampu membawa Les Parisiens mencapai semifinal Liga Champions.

Situasi justru semakin memuncak ketika Mbappe meninggalkan status superstarnya dengan pergi dari PSG menuju Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2024.

Kepergian Mbappe awalnya menimbulkan sorotan, karena ia sudah bertahun-tahun menjadi pemain bintang utama PSG.

Statistik Mbappe selama tujuh tahun memperkuat PSG pun sangat fenomenal.

Berbagai koleksi gelar juara hingga catatan individu Mbappe bersama Les Parisiens menjadi bukti validnya.

Dari total 308 penampilan di semua kompetisi, Mbappe mencetak 256 gol dan 110 assist bersama PSG.

Setidaknya ada 15 trofi yang berhasil dipersembahkan Mbappe kepada PSG.

Dan satu-satunya trofi yang barangkali gagal didapatkan Mbappe ketika memperkuat PSG ialah Liga Champions.

Pemain depan Real Madrid Kylian Mbappe bereaksi setelah pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield di Liverpool, Inggris barat laut pada 27 November 2024. Liverpool memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.
Pemain depan Real Madrid Kylian Mbappe bereaksi setelah pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield di Liverpool, Inggris barat laut pada 27 November 2024. Liverpool memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. (Oli SCARFF / AFP)

Apes bagi Mbappe, ketika ia memutuskan pergi ke sang raja Liga Champions pada musim panas 2024, untuk memenangkan gelar perdana Liga Champions.

PSG yang merupakan mantan timnya justru mendadak berjaya.

Les Parisiens langsung memenangkan gelar perdana Liga Champions, tepat di musim pertama setelah Mbappe pergi.

Bahkan di musim kedua setelah ditinggal Mbappe, PSG tinggal berjarak satu kemenangan lagi untuk meraih gelar Liga Champions lagi musim ini.

Sementara Mbappe, ia justru mengalami penderitaan di Real Madrid, lantaran puasa gelar dalam dua musim beruntun.

Berkaca dari kisah tersebut, kepergian Mbappe seakan benar-benar membuka jalan kejayaan bagi PSG di Eropa.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
8
8
0
0
23
4
19
24
2
Bayern Munich
8
7
0
1
22
8
14
21
3
Liverpool
8
6
0
2
20
8
12
18
4
Tottenham
8
5
2
1
17
7
10
17
5
Barcelona
8
5
1
2
22
14
8
16
Berita Populer
Berita Terkini
Atas