Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Superskor
LIVE ●

Buka Pintu Selebar-lebarnya, Claudio Ranieri Terbuka Jadi Pelatih Timnas Italia

Pelatih veteran nan legendaris di Negeri Pizza, Claudio Ranieri terbuka dan bersedia jika federasi menginginkannya menjadi pelatih Timnas Italia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Buka Pintu Selebar-lebarnya, Claudio Ranieri Terbuka Jadi Pelatih Timnas Italia
Filippo MONTEFORTE / AFP
Pelatih kepala Roma asal Italia Claudio Ranieri terlihat menjelang pertandingan sepak bola Seri A Italia antara AS Roma dan Atalanta BC di Stadion Olimpiade di Roma pada 2 Desember 2024. (Foto oleh Filippo MONTEFORTE / AFP) 
Ringkasan Berita:
  • Pelatih veteran nan legendaris di Negeri Pizza, Claudio Ranieri terbuka dan bersedia jika federasi menginginkannya menjadi pelatih Timnas Italia.
  • Ranieri pernah mendapat tawaran itu sebelumnya, namun ia menolak karena masih terikat kontrak dengan Roma, dan saat ini dia berada dalam kebebasan.
  • Selain Claudio Ranieri, ada Antonio Conte yang juga terbuka dan bersedia untuk menjadi pelatih Gli Azzurri.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih legendaris asal Negeri Pizza, Claudio Ranieri siap turun gunung jika dibutuhkan Federasi Sepak Bola Italia untuk menjadi allenatore timnas.

Belum lama ini, Ranieri masih bekerja untuk Roma. Ia menjabat sebagai pelatih kepala di tahun 2024 hingga musim panas 2025.

Di bawah kepemimpinannya, Roma yang sempat bersaing di papan tengah bahkan berada di urutan ke-16 mampu finis di peringkat 5 pada akhir klasemen.

Rasio kemenangan tim Serigala Ibukota dari 36 pertandingan mencapai 2,03 poin per laga.

Sukses dengan jangka pendek di Roma, Ranieri kemudian memberikan tongkat estafet kepelatihannya kepada Gasperini. Sedangkan dia didapuk sebagai konsultan klub.

Namun tidak bertahan lama sampai April 2026, dan kini ia sedang dalam masa kebebasan tanpa terikat kontrak.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, timnas Italia tengah membutuhkan sosok yang bisa menjadi nahkoda karena selama ini berjalannya 'kapal' tanpa arah dengan hasil berupa kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, dan menjadi yang ketiga secara berturut-turut.

Italia adalah tim pemenang Piala Dunia pertama yang mencapai kegagalan tersebut.

"Sebelumnya saya menolak karena sudah punya pekerjaan, tetapi sekarang saya bebas," ucap Ranieri kepada Sky Sports, dilansir Football Italia.

"Jika dipanggil oleh negara, Anda harus mengatakan ya," tambahnya.

Sebagian pihak di Italia menilai Ranieri adalah sosok yang tepat berada di balik kemudi untuk mningkatkan performa timnas.

Pelatih berusia 74 tahun tersebut memiliki track record yang bagus selama berkarier di Italia.

Bahkan saat menjajaki kaki di tanah Inggris, ia mampu menyulap Leicester City menjadi raksasa dengan memenangkan trofi mahkota pada musim 2015/2016.

Banyak yang tidak menyangka Leiceter bisa keluar sebagai juara Liga Inggris di akhir musim pada saat itu.

Namun apesnya, satu dekade setelah kesuksesan tersebut, Leicester harus turun kasta ke Championship, bahkan pada musim 2025/2026 turun ke kasta ketiga (League One) karena kesulitan bersaing.

"Di Inggris, klub ini dianggap sebagai klub yo-yo, naik turun di dua divisi teratas," bebernya.

"Sayang sekali mereka terdegradasi ke divisi ketiga. Saya akan segera pergi ke Leicester untuk merayakan 10 tahun setelah meraih gelar Liga Inggris, dan para penggemar peduli untuk menciptakan kembali suasana itu," tambahnya.

Terlepas dari itu, Ranieri sejatinya sudah pernah dikontak federasi untuk menjadi pelatih timnas Italia.

Namun kesempatan yang datang bertepatan dengan kontraknya di Roma. 

Walhasil, Italia menunjuk Genaro Gattuso sebagai pilihan paling memungkinkan pada tahun lalu.

Selama babak kualifikasi, performa Italia di bawah legenda AC Milan itu terbilang baik. Sayangnya, hasil yang tidak diharapkan terjadi di laga pamungkas yang menjadi penentuan kelolosan langsung saat melawan Norwegia.

Italia dibabat empat gol tanpa balas di tanah mereka sendiri dan harus puas finis di urutan kedua untuk menjalani play-off.

Di babak play-off, Italia adalah tim yang memiliki peringkat paling tinggi di ranking FIFA.

Anak asuh Gattuso berhasil mengalahkan Irlandia Utara pada laga semifinal, namun kalah dari Bosnia dan Herzegovina di laga final yang membuat mereka tersingkir dan gagal tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang menjadi venue Piala Dunia 2026.

"Saya menolak tawaran dari Italia sebelumnya karena saya sudah memiliki pekerjaan di Roma dan tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus," katanya.

"Saat ini, saya bebas. Jika ada yang menelepon, kenapa tidak? Jangan pernah mengatakan tidak mungkin."

"Kalau dipanggil oleh negara, ya. Ya, dan selesai," tutupnya.

Soal bursa pelatih timnas Italia sejauh ini masih rumor semata, selain Claudio Ranieri yang terbuka dan menawarkan diri, ada Antonio Conte yang telah berujar lebih dulu.

Padahal dia masih memiliki kontrak dengan tim kota Naples itu.

Namun jika federasi menginginkannya, Napoli sudah siap untuk melepas Conte pada musim panas 2026.

(Tribunnews.com/Sina)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Inter Milan
36
27
4
5
85
31
54
85
2
Napoli
36
21
7
8
54
36
18
70
3
Juventus
36
19
11
6
59
30
29
68
4
AC Milan
36
19
10
7
50
32
18
67
5
Roma
36
21
4
11
55
31
24
67
Berita Populer
Berita Terkini
Atas