Pesta Scudetto Manis Inter Milan, Serba Pertama dari Dua Kepala
Keberhasilan Inter Milan menjadi juara Liga Italia musim ini menjadi pengalaman berharga bagi Beppe Marotta dan Cristian Chivu.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Keberhasilan Inter Milan meraih Scudetto dan Coppa Italia dirayakan para pemain dan staf di atas bus atap terbuka.
- Konvoi dilakukan di jalan-jalan kota Milan dan mendapatkan sambutan hangat dari penggemar.
- Presiden Inter memuji sang pelatih, Cristian Chivu, yang mampu membawa Nerazzurri tampil luar biasa di kancah domestik.
TRIBUNNEWS.COM - Inter Milan melakukan parade besar untuk merayakan raihan gelar juara yang mereka raih musim ini.
Titel juara Liga Italia dan Coppa Italia dirayakan dengan luar biasa oleh para pemain.
Mereka berdiri di atas bus dengan atap terbuka sembari menyapa penggemar yang memadati kota Milan.
Ini menjadi gelar Scudetto ketiga bagi Inter Milan sejak tahun 2021 silam.
Mereka mulai naik menggantikan Juventus yang sempat sangat dominan di tahun-tahun sebelumnya.
Inter bergantian dengan Napoli untuk menjadi penguasa Serie A dalam 5 tahun terakhir.
Baca juga: Fakta di Balik Gelar Coppa Italia Inter Milan: Lautaro Sejajar Legenda, Chivu Double Winner Dua Kali
Pencapaian yang luar biasa bagi mereka setelah era pelatih Simone Inzaghi berakhir.
Inter Milan yang sedang mencoba membangun sesuatu yang baru bersama pelatih Cristian Chivu pada akhirnya mendapatkan imbalan penting.
Dua gelar domestik menjadi pembuktian Inter Milan sangat solid dari atas sampai bawah.
Raihan gelar juara ini juga berarti penting bagi dua sosok pilar Inter Milan.
Sosok yang dimaksud di sini adalah Presiden Beppe Marotta dan pelatih Cristian Chivu.
Marotta menjadi sosok penting bagi Inter yang melakukan transisi dari Massimo Moratti.
Ia menjalankan perannya dengan baik semenjak Keluarga Zhang menjadi pemilik Inter beberapa tahun lalu.
Pun demikian setelah Steven Zhang menjual Inter ke Oaktree Capital, posisi Marotta tak tergantikan.
Pria asli Italia ini bahkan dipromosikan sebagai Presiden klub pada musim 2024/2025.
Alhasil ini menjadi gelar pertama bagi Marotta setelah menjabat posisi tersebut.
Ia sangat senang bisa mendapatkan trofi pertamanya sebagai orang nomor 1 di manajemen tim.
"Ini adalah Scudetto pertama saya sebagai Presiden klub," kata Marotta dikutip dari Football Italia.
"Ini adalah perwujudan dari impian saya sejak kecil, ketika saya membayangkan seperti apa sepak bola, tidak tahu apakah saya akan mengalaminya sendiri atau tidak."
"Memenangi ini semua sembari menjadi Presiden Inter, ini menjadi hal yang spesial," sambungnya.
Hal yang sama juga berlaku bagi pelatih Cristian Chivu.
Ini menjadi Scudetto pertama Chivu saat menjadi pelatih Inter Milan.
Padahal karier melatihnya di tim senior belum terlalu panjang.
Setelah mentas dari pelatih tim muda Inter, Chivu mendapatkan tawaran dari Parma untuk menjadi pelatih.
Dari sana, ia mulai membangun reputasi sebelum akhirnya direkrut kembali oleh Inter Milan.
Genap semusim melatih Inter, ia menutupnya dengan gelar Liga Italia dan Coppa Italia.
Pencapaian yang juga mendapatkan pujian dari Beppe Marotta.
"Ini juga merupakan Scudetto Chivu, yang kami pilih berdasarkan kualitas yang sangat kuat darinya, yaitu keberanian," ucap Marotta.
"Chivu membawa pengalaman dan menjadi teladan di dalam dan luar lapangan," paparnya.
Menyapu gelar domestik musim ini menjadi modal penting Inter selanjutnya.
Mereka sudah harus menyusun rencana untuk memperkuat skuad yang akan berjuang musim depan.
Memperbaiki nasib di Liga Champions tak boleh menjadi objek sampingan.
Skuad Inter masih menjadi salah satu yang paling komplet di Eropa.
Meski tak berjejal pemain bintang, mereka punya profil yang tepat untuk mendukung gaya main Chivu yang terus menekan lawan.
(Tribunnews.com/Guruh)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.