Skandal Visa Piala Dunia 2026 Berlanjut, Wasit asal Somalia Jadi Korban
Wasit Piala Dunia 2026, Omar Artan yang berasal dari Somalia dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat terkait kebijakan visa.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Kini, giliran Omar Artan, wasit asal Somalia, yang menjadi sorotan setelah dilaporkan tidak diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat.
Menurut laporan jurnalis Romain Molina, Artan sebelumnya mendapatkan dukungan dari kedutaan Somalia di Nairobi, Kenya, untuk memperoleh paspor diplomatik sebelum melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
Ia bahkan sempat mengunggah ucapan terima kasih kepada pihak kedutaan melalui akun Facebook pribadinya.
Namun, situasi berubah ketika ia tiba di Bandara Internasional Miami.
Artan dilaporkan langsung dipulangkan oleh pihak imigrasi setibanya di Amerika Serikat dan kini disebut berada di Turki sambil menunggu penyelesaian situasi tersebut, dikutip dari Sportbible.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan penolakan tersebut.
Namun, Somalia sendiri diketahui masuk dalam daftar larangan perjalanan yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah kebijakan tersebut menjadi dasar utama dalam kasus yang menimpa Artan.
Omar Artan sendiri merupakan salah satu dari 52 wasit yang ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
Ia juga termasuk dalam jajaran ofisial asal Afrika yang dipersiapkan untuk turnamen tersebut, bersama lima ofisial lainnya dari benua yang sama.
Sebelumnya, Artan dikenal sebagai salah satu wasit muda berbakat di Afrika. Ia telah memimpin pertandingan di liga utama Somalia sejak 2018 dan masuk dalam daftar resmi Confederation of African Football pada 2020.
Namanya mulai mendapat perhatian lebih luas setelah memimpin laga leg kedua final Liga Champions Afrika musim lalu, serta dinobatkan sebagai wasit terbaik CAF pada 2025.
Kasus penolakan masuk ini menambah daftar kontroversi yang mewarnai persiapan Piala Dunia 2026, terutama terkait kebijakan imigrasi dan perizinan yang berlaku di negara tuan rumah Amerika Serikat.
(Tribunnews.com/Ali)