Evolusi Lionel Messi dan Seni Bertahan di Puncak Sepak Bola
Lionel Messi bukan hanya bertahan melawan usia, tetapi berevolusi mengikuti perubahan sepak bola modern hingga menjadi pusat permainan Argentina.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Lionel Messi berevolusi dari winger lincah menjadi pengatur permainan dan motor serangan Argentina.
- Bersama Pep Guardiola, Messi memahami taktik, ruang, dan peran false nine yang mengubah sepak bola modern.
- Meski usia bertambah, Messi tetap krusial lewat visi bermain, kecerdasan membaca ruang, dan pengaruh mental bagi Argentina menuju Piala Dunia 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Jika Argentina ingin menjadi tim pertama yang sukses mempertahankan gelar juara Piala Dunia sejak masa 1962 Brasil, maka Lionel Messi akan menjadi peranan penting dalam keberhasilan tersebut.
Anggapan itu ditulis oleh Kolumnis BBC Sport, Guillem Balague pada 7 Juni 2026.
Ketika pemain memasuki masa senja di penghujung waktu pensiun, sebagian besar dari mereka mengalami penurunan, termasuk juga Lionel Messi. Tapi semua itu menyesuaikan seberapa besar cara mereka beradaptasi.
Cristiano Ronaldo misalnya, dia mengubah dirinya menjadi predator di kotak penalti lawan ketika kecepatannya menurun.
Sementara Messi beradaptasi agar tetap bisa mendominasi dan tetap unggul dalam permainannya dari setiap lawan yang dihadapi.
Analis lokal asal Semarang, Gigih Windar berpendapat, Lionel Messi itu selalu bermain baik di setiap posisi yang dia mainkan.
"Di posisi apa pun, Lionel Messi tetap perform dengan baik. Dia benar-benar menjadi konektor (kepada pemain lainnya) yang tidak dimiliki semua tim karena dia memiliki talenta alam yang luar biasa," kata Gigih saat dikonfirmasi Tribunnews pada Selasa (9/6/2026).
"Bakatnya Lionel Messi itu luar biasa ditunjang dengan kerja kerasnya dia. Satu lagi, cara dia berfikir itu cepat sekali," tambahnya.
Posisi dan Evolusi Lionel Messi
Pada tahun 2003 silam, Lionel Messi tampil debut bersama Barcelona. Usianya ketika itu baru 16 tahun, dia tampil di laga persahabatan melawan Porto besutan Jose Mourinho.
Lionel Messi bermain di sayap kanan yang suka menggiring bola, dan melakukan tusukan ke dalam kotak penalti atau pertahanan lawan.
Tapi kini, seiring berjalannya waktu dan berbagai karakter pelatih yang dia lewati, Lionel Messi telah mengubah dirinya setidaknya lima kali untuk menjadi pemain seperti saat ini, baik untuk Argentina maupun Inter Miami.
Dua tahun setelah debut, saat Barcelona masih dihuni oleh para bintang dengan talenta terhebat di dunia, Ronaldinho dan Thierry Henry, Messi memperkenalkan dirinya kepada dunia dalam Trofi Joan Gamper melawan Juventus besutan Fabio Capello.
Capello terkejut dengan kualitas yang ditunjukkan bocah berusia 18 tahun itu dan ingin coba untuk merekrutnya ke Turin.
Tiga tahun setelah itu, Ronaldino melewati masa terbaiknya, performanya mulai menurun dan Lionel Messi berada dalam masa transisi seiring pergantian pelatih yang dilakukan Barcelona. Frank Rijkaard adalah nahkodanya saat itu.