Cerita Mantan Pecandu Judi Bola dan Waspada Daya Pikat Piala Dunia 2026
Mantan pecandu judi asal Inggris, Paul Nash, mengingatkan ancaman besar Piala Dunia 2026 terhadap aktivitas ilegal berupa judi bola.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
"Turnamen seperti Piala Dunia itu luar biasa," kata Mark Weiss dari GamCare.
"Namun bagi sebagian orang, intensitas dan peluang untuk bertaruh dapat membuat perjudian lebih sulit dikelola."
Datanya menunjukkan, setelah Piala Dunia 2022, layanan bantuan perjudian nasional mengalami peningkatan kontak untuk mengantisipasi kecanduan, mencapai 11 persen.
"Piala Dunia tahun ini adalah yang terbesar dalam sejarah, dengan 104 pertandingan sepanjang Juni dan Juli, seringkali beberapa pertandingan dalam sehari."
Polri Beri Peringatan
Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) serta praktik judi bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu dikutip dari situs Humas Polri.
Selain potensi penipuan, Polri turut mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas judi bola yang kerap meningkat saat berlangsungnya ajang olahraga internasional.
Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu tindak pidana lain yang merugikan masyarakat.
“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian,” tegasnya.
(Tribunnews.com/Giri)