Setelah Pemain, Giliran Suporter Iran Dapat Perlakuan Diskriminatif di Piala Dunia 2026
Suporter Timnas Iran mendapatkan perlakuan tak menyenangkan menjelang Piala Dunia 2026. Tiket resmi para suporter dicabut sepihak oleh AS.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Drajat Sugiri
Pihak Iran pun kini mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan dan netralitas di balik keputusan sepihak tersebut.
Iran Tuduh AS Lakukan Sabotase Visa
Sebelumnya, Timnas Iran sempat menuduh AS telah melakukan tindakan diskriminatif dan mempersulit proses administrasi visa mereka.
Akibatnya, para pemain Timnas Iran terpaksa memindahkan markas latihan mereka ke Tijuana, Meksiko.
Langkah darurat ini diambil setelah FFIRI melakukan negosiasi kilat di menit-menit terakhir.
Awalnya, skuad negara Timur Tengah tersebut dijadwalkan menggelar pemusatan latihan di Arizona, AS.
Namun, akibat ketidakpastian dokumen imigrasi dari Washington, rencana tersebut berantakan hingga memaksa mereka "mengungsi" ke wilayah perbatasan Meksiko.
Baca juga: Pemeriksaan Super Ketat Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Timnas Senegal Diperiksa Bak Penjahat
Mengutip CNN, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengecam keras kebijakan ketat yang diterapkan oleh otoritas AS.
Menurut laporan, pemerintah AS memang telah meloloskan visa para pemain pada 5 Juni lalu — tepat sepuluh hari sebelum laga perdana mereka dimulai.
Kendati demikian, restu tersebut datang dengan syarat yang sangat menjepit.
Timnas Iran dikabarkan hanya diizinkan menginjakkan kaki di wilayah AS tepat satu hari sebelum pertandingan pertama dimulai.
Sementara untuk dua laga fase grup berikutnya, mereka hanya diberi waktu longgar dua hari sebelum pertandingan.
Skema multiple-entry visa yang sangat ketat ini dinilai merugikan kebugaran pemain yang harus bolak-balik melintasi perbatasan udara.
"Ini benar-benar aneh dan tidak masuk akal."
"Bagaimana mungkin sebuah negara tuan rumah mencampuri urusan teknis dan administrasi dari sebuah turnamen olahraga internasional sebesar Piala Dunia?" ujar Mehdi Taj dengan nada geram.
Tak hanya pembatasan waktu tinggal, Iran juga menuding Washington sengaja menahan visa milik elemen penting tim.