Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Usai Minta LINE Cabut Striker LGBT, Giliran WhatsApp Diincar Kemenkominfo

Kemunculan stiker itu memicu perbincangan di dunia maya karena dianggap mengkampanyekan aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Usai Minta LINE Cabut Striker LGBT, Giliran WhatsApp Diincar Kemenkominfo
IST

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stiker bernuansa gay pada aplikasi Line tak lagi bisa diakses di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu.

"Saat ini sudah difilter oleh pihak Line," kata dia, Rabu (10/2/2016) malam, melalui pesan singkat.

Menurut Ismail, pihak Line cukup kooperatif mendengar masukan dari pemerintah.

Di satu sisi, kata dia, Line menghargai karya-karya yang dibuat para kreator di manapun termasuk Indonesia.

Namun di sisi lain, Line juga memahami norma, adat, dan agama yang berlaku di tanah air.

Dengan ini, Kemenkominfo mengapresiasi pihak Line Indonesia dalam menyikapi polemik yang timbul akibat stiker bernuansa gay.

Rekomendasi Untuk Anda

"Khususnya kekhawatiran kaum ibu terhadap anak-anak atas adanya pengaruh negatif dari beredarnya stiker semacam LGBT tersebut (bisa teratasi)," ia menuturkan.

Diketahui, beberapa hari lalu muncul gambar-gambar sepasang pria yang menunjukkan kemesraan antara satu sama lain dalam stiker Line.

Kemunculan stiker itu memicu perbincangan di dunia maya karena dianggap mengkampanyekan aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kepada para pengguna Line, yang lebih banyak berusia remaja.

Selain Line, emoji WhatsApp pun menunjukkan gelagat serupa.

Ada beberapa stiker yang menggambarkan keakraban sesama jenis antara perempuan dengan perempuan serta pria dengan pria.

Kemenkominfo menjanjikan segera menghubungi pihak WhatsApp.

Pasalnya, tak hanya Line, semua media sosial pun harus taat pada nilai dan norma yang dipegang masyarakat.

"Kami akan segera menghubungi pihak WhatsApp agar melakukan hal yang sama (penyaringan)," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas