Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Kasus Meledaknya Galaxt Note 7 Susutkan Saham Samsung sampai Rp 329 Triliun

Biaya penarikan kembali (recall) Galaxy Note 7 diperkirakan mencapai kisaran 1 miliar dollar AS atau Rp 13 triliun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Kasus Meledaknya Galaxt Note 7 Susutkan Saham Samsung sampai Rp 329 Triliun
Bussiness Korea
Galaxy Note 7 yang terbakar di China 

TRIBUNNEWS.COM - Biaya penarikan kembali (recall) Galaxy Note 7 diperkirakan mencapai kisaran 1 miliar dollar AS atau Rp 13 triliun.

Tapi kerugian terbesar mungkin timbul dari penurunan harga saham Samsung Electronics gara-gara kasus ini.

Dari Jumat pekan lalu (9/9/2016) hingga Senin kemarin, nilai saham perusahaan itu tercatat menurun sebesar 11 persen.

Sebagaimana dirangkum dari Buzzfeed, Selasa (13/9/2016) penurunan nilai saham dalam 2 hari sesi perdagangan tersebut merupakan yang terburuk bagi Samsung Electronics sejak 2008.

Nilai kapitalisasi pasar Samsung Electronics pun terpangkas sebesar 25 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 329 triliun.

Angka tersebut lebih besar daripada keseluruhan nilai valuasi pasar pabrikan komputer Hewlett Packard (HP).

Namun, dalam perdagangan hari ini, nilai saham Samsung Electronics berangsur naik mendekati nilai yang tercatat pada Jumat pekan lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Galaxy Note 7 dilaporkan mendadak terbakar di berbagai belahan dunia karena permasalahan baterai.

Dalam seminggu terakhir saja, perangkat itu sudah terbakar di kamar hotel di Australia dan menghanguskan sebuah mobil di Florida.

Samsung menganjurkan pemilik Galaxy Note 7 untuk mematikan dan tidak memakai perangkat tersebut selagi belum diganti dengan unit baru yang aman.

Sebanyak 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang kadung terjual di 10 negara terpaksa ditarik kembali pada awal bulan ini.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas