Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Dituding Stop Bisnis Wearable Device, Intel Sebut Bakal Rilis Produk Smartwatch

Muncul dugaan bahwa Intel akan mundur dari pasar wearable device dengan menutup tim New Devices Group (NDG).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso

TRIBUNNEWS.COM - Minggu lalu, muncul dugaan bahwa Intel akan mundur dari pasar wearable device dengan menutup tim New Devices Group (NDG).

Karyawan yang menempati unit bisnis tersebut pun akan dirumahkan Intel.

Namun kabar Intel akan berhenti merancang gadget pintar, seperti jam tangan, gelang, dan kacamata pintar, segera dibantah Intel.

“Intel tak undur diri dari bisnis wearable. Bahkan, kami memiliki sejumlah produk dan berencana menggelar acara peluncurkan terkait teknologi wearable kami, seperti arloji Tag Heuer Connected Watch dan Oakley Radar Pace,” sebut Intel, tanpa menyinggung isu pengurangan karyawan.

Sebelumnya, keterangan sumber internal yang dirangkum  dari TechCrunch, Senin (21/11/2016) menyebutkan bahwa raksasa chip tersebut hendak angkat kaki dari segmen wearable.

Intel dikabarkan tengah bersiap menutup NDG dan New Technologies Group yang memayungi unit bisnis itu, berikut merumahkan sejumlah besar pekerja menjelang akhir tahun nanti.

Intel diketahui masuk ke pasar wearable device dengan mengakuisisi pabrikan fitness watch Basis pada 2014, lalu pembuat heads-up display Recon pada tahun berikutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, setelah sempat memasarkan produk wearable Basis Peak selama beberapa waktu, Intel kemudian menghentikan penjualan dan dukungan untuk perangkat persebut.

Dugaan bahwa Intel berniat hengkang dari bisnis wearable turut diperkuat oleh laporan lembaga riset IDC yang menyatakan angka pengapalan arloji pintar (smartwatch) menurun sebesar 51,6 persen pada kuartal ketiga tahun ini, dibanding kuartal yang sama di 2015.

Penurunan itu disinyalir menunjukkan minat konsumen yang rendah terhadap wearable device, sekaligus kurangnya invoasi dari para pabrikan yang terlibat di dalam bisnisnya.

(Oik Yusuf/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas