Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Kebakaran di Pabrik Baterai Samsung Diduga Dipicu Limbah Baterai

Pabrik Samsung SDI Co Ltd di Tianjin, Tiongkok, dilahap si jago merah, yang segera dapat dipadamkan oleh 110 petugas pemadam kebakaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Kebakaran di Pabrik Baterai Samsung Diduga Dipicu Limbah Baterai
PhoneArena
Pabrik baterai Samsung SDI di Tianjin 

TRIBUNNEWS.COM, TIANJIN - Kebakaran di pabrik baterai Samsung di Tiongkok, Kamis (9/2/2017), ternyata dipicu oleh limbah baterai.

Baterai ternyata tidak hanya membakar sejumlah ponsel Samsung Galaxy Note 7, tapi juga telah membakar sebuah pabrik Samsung di Tiongkok.

Pabrik Samsung SDI Co Ltd di Tianjin, Tiongkok, dilahap si jago merah, yang segera dapat dipadamkan oleh 110 petugas pemadam kebakaran.

Menurut pernyataan juru bicara Samsung SDI Shin Yong-doo, kebakaran terjadi di bagian penampungan limbah baterai.

Namun, berdasarkan informasi dari tim pemadam kebakaran setempat, kebakaran disebabkan oleh bahan material baterai di bengkel produksi.

"Ada bahan-bahan produksi baterai seperti lithium dan baterai setengah jadi yang memicu kebakaran di dalam bengkel produksi," demikian pernyataan tim pemadam kebakaran Tianjin.

Shin Yong-doo menekankan bahwa kebakaran terjadi bukan di bagian produksi, sehingga kegiatan produksi di pabrik itu dikatakan tak terganggu.

Rekomendasi Untuk Anda

Maraknya kasus Samsung Galaxy Note 7 terbakar membuat Korea Selatan (Korsel) memperketat pengawasan produksi baterai ponsel pintar.

Senin (6/2/2017), pemerintah setempat mengatakan persyaratan keamanan untuk penggunaan dan produksi baterai lithium-ion akan diperketat.

Maraknya kasus tersebut juga sempat membuat Samsung menarik produk Galaxy Note 7 dari pasaran sejak Oktober, untuk melakukan investigasi.

Berdasarkan hasil investigasi, Samsung kemudian mengonfirmasi bahwa penyebab sering terbakarnya ponsel pintar tersebut adalah baterainya.

Menurut perusahaan teknologi yang berbasis di Korsel itu, material baterai dan desainnya tidak cocok untuk mengakomodasi kinerja baterai. (PC Magazine/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas