Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Registrasi Domain my.id Kini Ditawarkan dengan Harga Hanya US$ 1 ke End User

Harga jual untuk domain internet .id tersebut berlaku efektif mulai 17 September 2019.

Registrasi Domain my.id Kini Ditawarkan dengan Harga Hanya US$ 1 ke End User
IST
Nama domain my.id kini ditawarkan dengan harga jual hanya US$ 1 kepada end users dan berlaku efektif mulai 17 September 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk meningkatkan jumlah pengguna domain internet .id, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai registri .id, menyiapkan strategi pemasaran khusus dengan menetapkan harga jual hanya US$ 1 kepada end users untuk domain my.id.

Harga jual tersebut berlaku efektif mulai 17 September 2019.

PANDI dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah pada 29 Desember 2006 untuk menjadi registri domain .id.

Pada 29 Juni 2007, Departemen Komunikasi dan Informatika RI secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI, kecuali domain go.id dan mil.id.

Kemudian pada 16 September 2014, pemerintah menetapkan PANDI sebagai registri nama domain tingkat tinggi Indonesia. Per Agustus tahun ini, PANDI mencatat ada 330.207 nama domain yang dikelolanya.

Baca: Istana: Benny Wenda Provokator, Aktor Intelektual Aksi Rusuh di Papua

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo menyatakan, domain my.id selain dipasarkan di dalam negeri, juga dipasarkan ke luar negeri. 

Baca: Kronologi Laka Maut Tol Cipularang: Dipicu Dump Truck yang Terguling

Selain strategi harga, kini proses pendaftaran my.id juga makin mudah, yakni tidak memerlukan verifikasi dokumen apa pun, kecuali verifikasi e-mail yang masih aktif.

"Domain my.id memiliki keunikan tersendiri bagi penggunanya. Domain tersebut dinilai tepat digunakan sebagai alamat blog dan atau e-mail pribadi semua orang di mana pun berada," ujarnya dalam keterangan pers kepada Tribunnews, Selasa (3/9/2019).

Baca: LAKA MAUT Tol Cipularang: Avanza Ini Terbang Puluhan Meter dan Terjun ke Kebun di Sisi Tol

Domain ini juga menarik dan seksi, karena merepresentasikan 'my international domain' atau 'my identity', sehingga menjadikan my.id dapat digunakan untuk sarana identifikasi identitas diri di jagat maya yang berlaku bagi setiap personal di mana pun di seluruh dunia.

Dia menjelaskan, selain my.id, PANDI juga akan memasarkan domain lain ke pasar internasional, yakni biz.id dan .id, meski domain tersebut juga dipasarkan di dalam negeri.

Sedangkan domain lainnya hanya dipasarkan di dalam negeri, yakni co.id, ac.id, sch.id, web.id, ponpes.id, or.id, net.id, go.id, mil.id, dan desa.id.

Mengacu pada regulasi yang berlaku di Indonesia, sebagai registri domain .id, PANDI, akan tunduk pada regulasi yang ditetapkan pemerintah RI.

“Kami akan patuh terhadap aturan hukum di Indonesia. Jika di kemudian hari ada domain .id yang digunakan untuk penyebarluasan pornografi, perjudian, children abuse, SARA, dan sebagainya, PANDI akan menggunakan hak untuk men-suspend atau mematikan domain .id tersebut," ujar Yudho.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas