Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramai-ramai Ceegah Kejahatan di Transportasi Online, Menhub Pun Kena Petisi

Beberapa waktu lalu terjadi kasus pelanggaran privasi dan penyalahgunaan nomor pribadi pengguna superapp: driver ojol menghubungi lagi pelanggannya.

Ramai-ramai Ceegah Kejahatan di Transportasi Online, Menhub Pun Kena Petisi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ojek online di depan Stasiun Manggarai, Jalan Manggarai Utara, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Platform transportasi online kini  sangat populer dan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari sistem transportasi di Indonesia. Layanan transportasi online yang mudah diakses, transparan, dan harganya terjangkau membuatnya lebih kompetitif ketimbang layanan transportasi konvensional.

Cukup dengan mengakses aplikasi yang tersedia, maka pengguna akan langsung dijemput oleh driver yang menerima order tersebut.

Namun, keselamatan dan kenyamanan tetap harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak, terutama perusahaan pemberi jasa transportasi online ini.

Misalnya, beberapa waktu lalu, terjadi beberapa kasus pelanggaran privasi dan penyalahgunaan nomor pribadi pengguna superapp: driver ojek online (ojol) menghubungi kembali setelah orderan selesai.

Ada pula kasus pencurian saldo dengan mengatasnamakan perusahaan pemberi jasa yang membuat pengguna kehilangan seluruh saldonya, bahkan sampai dengan rekening di bank pribadinya.

Baca: Dengan ePedal, Nissan Leaf Hadirkan Sensasi Mengemudi yang Mengasyikkan

Kejadian yang mencemaskan ini membuat pengguna meminta kebijakan semua perusahaan pemberi jasa transportasi online untuk dapat lebih meningkatkan keamanan pada teknologi yang digunakan untuk memperkecil ruang bagi mitra melakukan tindakan kejahatan.

Baca: Stroomnet PLN Tawarkan Promo Gratis Berlangganan Internet Sampai 10 Bulan, Ini Caranya

Motifnya? Bisa sekadar iseng yang mengganggu, melecehkan, mencuri, bahkan sampai ada yang meneror penumpangnya melalui telepon.

Melihat masih banyak kasus seperti ini terjadi bagi pengguna jasa transportasi online di Indonesia, baru-baru ini muncul sebuah petisi yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan untuk lebih mentertibkan perusahaan transportasi online yang belum memiliki fitur yang merahasiakan nomor pengguna.

Merasa terganggu dengan kondisi ini, Putri Bramantyo sebagai konsumen, berani angkat suara dengan harapan dapat mencegah kasus seperti ini terjadi lagi.

Dalam petisinya di situs Change.org, Putri mendesak semua perusahaan transportasi online untuk menjaga kerahasiaan data pribadi penumpang dengan menerapkan teknologi yang menyembunyikan nomor telepon pengguna. Dukungan untuk petisi ini sudah hampir mencapai 500 orang pada Minggu (8/9/2019).

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas