Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tokopedia Lebih Pilih 'Go Local' daripada 'Go Global', Terjun ke Desa-desa Lebih Asyik

Startup unicorn Indonesia berlomba-lomba mengekspansi bisnisnya ke luar negeri, setidaknya ke wilayah negara tetangga di Asia Tenggara.

Tokopedia Lebih Pilih 'Go Local' daripada 'Go Global', Terjun ke Desa-desa Lebih Asyik
TRIBUN/DANY PERMANA
Staf bersiap memberikan pelayanan di Tokopedia Care yang baru secara resmi dibuka di Puri Kembangan, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Tokopedia Care didirikan bertujuan untuk lebih mempermudah masyarakat dalam mendapatkan kualitas terbaik layanan Tokopedia. Selain di Jakarta Tokopedia Care juga hadir di Yogyakarta dan Semarang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM - Startup unicorn Indonesia berlomba-lomba mengekspansi bisnisnya ke luar negeri, setidaknya ke wilayah negara tetangga di Asia Tenggara.

Namun, beda halnya dengan e-commerce Tokopedia, yang mengaku lebih tertarik mengembangkan bisnis di dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

"Buat kami 'go local' lebih asyik dari pada 'go global'," umbar CEO sekaligus Co-founder Tokopedia, William Tanuwijaya dalam acara diskusi "Dampak Tokpedia Terhadap Perekonomian Indonesia" yang digelar di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurut WIlliam, potensi dan peluang mengembangkan wirausahawan lokal masih besar.

Ia mengatakan ada 100 juta masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan.

"Kalau Tokopedia bisa membantu pengusaha desa menjadi pengusaha nasional, ini akan menjadi ruang pertumbuhan berikutnya," jelasnya.

"Setelah go local dan pemerataan mulai terjadi, baru go global," lanjut William yang berambisi bisa berkontribusi hingga 5 persen untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri 10 tahun mendatang melalui Tokopedia.

Langkah "go local" sudah mulai dilakukan. Salah satunya bekerja sama dengan pemerintah Jawa Barat untuk membangun sekitar 5.000 desa digital.

Desa-desa ini akan memiliki Tokpedia Centre, yang bakal menjadi pusat literasi digital warga pedesaan dari segala macam profesi, agar bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pendapatan.

William menyadari, pengembangan di pedesaan lebih menantang daripada kota besar, terutama soal infrastruktur.

"Tapi ini juga jadi peluang, bagaiamana tanpa harus urbanisasi dan pembangunan pusat perbelanjaan di desa, masyarakat tetap bisa mendapatkan harga terjangkau," jelasnya.

Dengan adanya Tokopedia Centre, ia berharap harga barang akan lebih transparan dan akses terhadap barang menjadi merata.

Selain Jawa Barat, WIlliam enggan menyebutkan target daerah lain. Namun ia berharap kerja sama dengan pemerintah Jawa Barat bisa menjadi contoh untuk kemitraan dengan pemerintah daerah lain ke depannya.

"Kita memang harus fokus karena investasinya membutuhkan kolaborasi yang sangat dekat dengan pemerintah pusat hingga daerah," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daripada "Go Global", Tokopedia Lebih Pilih "Go Local" ke Desa-desa"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas