Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

12 Ribu Desa Belum Ada Akses Internet Selama Pandemi, Sri Mulyani: Ini PR

Kebutuhan untuk membangun infrastruktur ICT menjadi penting karena saat ini banyak orang bekerja atau belajar dari rumah.

12 Ribu Desa Belum Ada Akses Internet Selama Pandemi, Sri Mulyani: Ini PR
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
INTERNET GRATIS - Anak-anak perumahan Duta Asri 5, Cibodas, Kota Tangerang, sedang mengikuti proses belajar secara online menggunakan jaringan internet gratis melalui program Rw Net di Masjid Dzawil Arham, Senin (24/8/2020). Program Rw Net diluncurkan Pemkot Tangerang sebagai solusi untuk membantu warga khususnya para pelajar yang kesulitan mendapatkan jaringan internet di masa pandemi Covid-19 ini. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, infrastruktur Information and Communications Technology (ICT) atau teknologi informasi menjadi penting saat pandemi Covid-19.

Baca: Sekolah Online, Kebutuhan Kuota Internet Meningkat Karena Aplikasi Video Call

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kebutuhan untuk membangun infrastruktur ICT menjadi penting karena saat ini banyak orang bekerja atau belajar dari rumah.

"Itu hanya bisa terjadi kalau ada infrastrukturnya. Kalau tidak ada ya tidak mungkin melakukan, sehingga kita kejar infrastruktur ICT itu, masih ada 12.000 lebih desa belum terkoneksi internet," ujarnya saat webinar, Senin (12/10/2020).

Menurut Sri Mulyani, infrastruktur teknologi informasi ini berbanding terbalik dengan rasio elektrifikasi yang sudah mendekati 100 persen.

Baca: Perlu Ponsel dan Data untuk Dukung Belajar Online? Samsung dan Telkomsel Punya Paket Bundling-nya

"Namun, konektivitas dari sisi internet belum 100 persen. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita," katanya.

Selain itu, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, juga mendorong kualitas dari koneksi internet di Indonesia agar tidak hanya jangkauan saja.

"Terhadap koneksi, ada yang disebut kualitas dari koneksi. Jadi, inilah yang kemudian kita coba lakukan ke depan," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas