Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Penetrasi Layanan Internet di Desa, Telkom Siap Kolaborasi dengan APJII

Telkom dapat memahami tujuan APJII menggelar layanan internet di desa adalah agar sejalan dengan dukungan program transformasi digital nasional

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penetrasi Layanan Internet di Desa, Telkom Siap Kolaborasi dengan APJII
ist
Direktur Wholesale & International Service (WINS) Telkom Dian Rachmawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) siap berkolaborasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam mengembangkan layanan internet di seluruh desa di Indonesia.

"Telkom adalah BUMN sekaligus operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, sehingga kita selalu menggunakan konsep kebangsaan dalam melihat dan menganalisa berbagai tantangan.

Telkom dapat memahami tujuan APJII menggelar layanan internet di desa yang sejalan dengan tujuan kami dalam mendukung program transformasi digital nasional.

Kami tidak melihat niat APJII itu sebagai ancaman, justru sebagai peluang untuk berkolaborasi," tegas Direktur Wholesale & International Service (WINS) Telkom,  Dian Rachmawan.

Dikatakannya, Telkom memiliki layanan wholesale yang bisa mendukung APJII untuk menyediakan internet di desa, termasuk layanan jual kembali jasa internet.

Baca juga: Telkom Tuntaskan Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia

"Era digital ini adalah zamannya coopetition dimana pada satu sisi kita bisa berkompetisi namun di sisi lain kita saling kooperasi," katanya.

Dijelaskannya, bentuk kerja sama yang bisa dilakukan antara kedua belah pihak sudah pasti dalam bentuk kesepakatan wholesale.

Rekomendasi Untuk Anda

Telkom memiliki segmen pasar yang luas dan beragam. Telkom melayani pelanggan mulai dari segment retail consumer, korporasi, hingga ke operator telekomunikasi termasuk Internet Service Provider (ISP) yang merupakan anggota APJII.

Telkom menyediakan layanan wholesale sudah sejak lama yaitu dari tahun 2003.

Fokus layanan wholesale Telkom adalah menjadi digital hub untuk mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang sehat.

Banyak hal yang dapat kami kerja samakan dengan APJII mulai dari penyewaan kapasitas jaringan, penyediaan NeuCentrix yang merupakan Carrier Neutral Data Center milik Telkom, hingga platform, dan vertical apps.

Baca juga: Program Surprise Deal dari Telkomsel, Dapatkan Paket Data Mulai 40 GB Seharga Rp100 Ribu

Bisnis wholesale Telkom tidak hanya menyasar ISP yang berskala nasional.

Telkom juga memiliki kantor perwakilan di daerah untuk layanan bisnis wholesale yang dikenal dengan nama Regional Wholesale Service (RWS) di tujuh regional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Keberadaan RWS ini bertujuan untuk memudahkan kerja sama dengan penyelenggara telekomunikasi di tingkatan regional, termasuk seluruh anggota APJII dalam menyediakan layanan internet hingga ke desa.

Penyedia Jasa Internet (PJI) berskala regional cukup menghubungi perwakilan Telkom di regional masing-masing, tidak perlu ke Jakarta.

Diharapkannya, jika kolaborasi ini terjadi Telkom akan mengutamakan terbentuknya ekosistem digital Indonesia yang sehat.

"Kami menyadari keberadaan Telkom sebagai tulang punggung sekaligus tumpuan penting ekonomi digital nasional. Dengan terbentuknya ekosistem yang lebih baik, maka semakin besar kemanfaatan bersama yang bisa kita raih," katanya.

Ditambahkannya, dengan adanya kolaborasi maka harapannya para ISP yang merupakan anggota APJII dapat memanfaatkan berbagai fasilitas di NeuCentrix Telkom, termasuk Content Delivery Network (CDN) tempat mengakses berbagai konten dengan kualitas dan biaya yang lebih baik.

Pada akhirnya masyarakat dan negara yang akan diuntungkan.

Terdapat juga peluang untuk kerja sama dalam hal platform serta vertical apps untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan yang selama ini belum tersentuh oleh digitalisasi.

Ekonomi Desa

Lebih lanjut Dian memaparkan, selain menyediakan konektivitas, Telkom juga memiliki kapabilitas dalam platform dan vertical apps yang dapat dikolaborasikan bersama APJII untuk mendukung pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di desa.

Hingga saat ini, 89 persen UMKM Indonesia melakukan aktifitas perdagangan online melalui aplikasi Facebook, Instagram, dan Whatsapp.

Sedangkan 93 persen dari produk yang dijual oleh unicorn Indonesia adalah produk impor yang sudah pasti bukan hasil UMKM dalam negeri.

Tentunya akan timbul pertanyaan, bagaimana kita bisa berdaulat dengan kondisi seperti ini?

Saat ini Telkom sedang membangun platform horizontal Indonesia berbasiskan komputasi awan (Cloud) sehingga kita mampu independen secara teknologi serta memanfaatkan Big Data untuk mendorong terbentuknya opportunity baru dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence, machine learning, dan deep learning.

Di atas itu, Telkom membangun vertical apps untuk produktifitas dan kolaborasi, melakukan unifikasi komunikasi dari berbagai sosial media untuk memungkinkan terjadinya peer-to-peer social commerce, dan tentunya mengembangkan super apps untuk mendukung UMKM.

Baca juga: Realisasikan Satu Data ASN, Badan Kepegawaian Negara Launching SIASN

"Dengan dukungan tersebut, kita berkeyakinan bahwa UMKM Indonesia dapat bersaing di pasar nasional bahkan global, walaupun lokasinya ada di desa," katanya.

Masih menurutnya, pandemi COVID-19 ini telah mempercepat digital literasi masyarakat.

Masyarakat telah terbiasa melakukan berbagai aktifitas ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain lain di ruang digital. Kebutuhan masyarakat akan akses internet semakin meningkat.

"Yang menjadi tugas rumah kita bersama saat ini adalah penyediaan infrastruktur telekomunikasi sebagai tulang punggung digital nasional. Menkominfo sendiri masih terus mendorong agar pelaku industri telekomunikasi mempercepat perluasan coverage layanannya. Kerja sama ini adalah salah satu jawaban kami terhadap kegelisahan pemerintah yang melihat masih banyaknya desa yang tidak mendapatkan akses internet," katanya.

Dengan terbentuknya kolaborasi antara Telkom dengan APJII diharapkan terbentuk ekosistem digital yang sehat dan kuat.

"Inilah yang menjadi posisi tawar Indonesia dalam menarik berbagai konten untuk ditempatkan di Content Delivery Network (CDN) Indonesia. Masyarakat akan diuntungkan karena lebih cepat mengakses berbagai konten internet. Belanja bandwith kita ke luar negeri juga akan menurun drastis sehingga kita dapat menghemat devisa. Penghematan devisa tentu akan mengurangi current account deficit yang selama ini membebani pemerintah," ulasnya.

Ditegaskannya, Telkom selalu menggunakan pendekatan kebangsaan dalam melihat berbagai hal. "Kami yakin bahwa kawan-kawan di APJII juga berfikiran sama. Kita ini kan sama-sama anak bangsa yang berjuang untuk kedaulatan bangsa dan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat dan negara," pungkasnya.

Sebelumnya, APJII mengharapkan digandeng pemerintah dalam menyediakan akses internet di 12.500 desa yang belum terkoneksi.  

APJII adalah organisasi internet yang memayungi lebih dari 500 anggota penyelenggara internet yang masing-masing memiliki skala bisnis yang berbeda-beda, mulai dari perusahaan besar sampai dengan perusahaan kecil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas