Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Kasus Covid-19 Melonjak di Vietnam, Ganggu Produksi Smartphone Samsung

Samsung sendiri saat ini telah melakukan langkah untuk meminimalisir dampak gangguan produksi tersebut

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kasus Covid-19 Melonjak di Vietnam, Ganggu Produksi Smartphone Samsung
IST
ILUSTRASI - Samsung Galaxy S20 FE berprosesor Snapdragon 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan Samsung mengakui adanya gangguan produksi smartphone miliknya di Vietnam, akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut laporan dari situs Yonhap pada Sabtu (31/7/2021), Presiden Bisnis Komunikasi Seluler Samsung Kim Sung-Koo mengatakan adanya gangguan produksi smartphone di Vietnam karena lonjakan kasus Covid-19.

Meski begitu Samsung sendiri saat ini telah melakukan langkah untuk meminimalisir dampak gangguan produksi tersebut.

Mereka memindahkan beberapa produksi smartphone ke negara lain.

Baca juga: CEO Samsung TM Roh: Seri Galaxy Z Fold 3 dan Flip 3 Rilis 11 Agustus 2021

"Kami berharap tentunya akan dapat kembali normal dalam waktu dekat ini, dan saat ini kami tengah melakukan berbagai langkah agar operasional produksi smartphone tetap berjalan," kata Kim.

Vietnam sendiri merupakan basis produksi smartphone terbesar untuk Samsung.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Kim menambahkan bahwa tidak ada masalah produksi smartphone di India meskipun ada wabah virus di negara Asia Selatan itu.

"Di India, kami secara ketat memerintahkan pekerja yang terinfeksi COVID-19 untuk tidak bekerja sambil mengambil komponen inti di luar negeri," kata Kim.

Pekan lalu, peneliti pasar TrendForce merilis laporan bahwa produksi smartphone Samsung pada kuartal kedua turun 23,5 persen kuartal ke kuartal menjadi 58,5 juta unit.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa tingkat pemanfaatan lini produksi smartphone Samsung di Vietnam turun menjadi sekitar 60 persen pada satu waktu karena meningkatnya infeksi Covid-19 di negara tersebut..

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas