Tribun Techno

Virus Corona

Komunikasi Jadi Unsur Penting Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Kemkominfo berkomitmen mendukung setiap aktivitas komunikasi dan penyebaran informasi yang berdampak positif kepada masyarakat

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Muhammad Zulfikar
Komunikasi Jadi Unsur Penting Cegah Gelombang Ketiga Covid-19
ist
Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo Hasyim Gautama. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo Hasyim Gautama menyampaikan fase libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 berpotensi menimbulkan gelombang ketiga Covid-19.

Kondisi pandemi di tingkat global serta kedisiplinan dan mobilitas masyarakat juga merupakan faktor pemicu kembali meningkatnya kasus COVID-19 di tanah air. 

"Komunikasi menjadi salah satu unsur penting mencegah hal itu terjadi dan perlu disampaikan hingga ke unit mikro," katanya mewakili Dirjen Informasi dan Komunikasi (Dirjen IKP) Kemkominfo Usman Kansong dalam webinar Senin (6//12/2021).

Baca juga: Menparekraf Terbitkan SE yang Mengatur Tempat Usaha hingga Wisata saat Natal dan Tahun Baru

Gautama menyampaikan pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai perubahan dan salah satu aspek yang mengalami penyesuaian adalah bidang sosial. 

“Masih banyak informasi mengenai update kebijakan yang belum tersampaikan kepada masyarakat. Ini menjadi tantangan bersama yang perlu kita sikapi dan upayakan bersama agar pesan-pesan kunci dapat sampai kepada masyarakat,” ungkapnya. 

Kemkominfo berkomitmen mendukung setiap aktivitas komunikasi dan penyebaran informasi yang berdampak positif kepada masyarakat, salah satunya adalah penguatan kesiapsiagaan Satpol PP dan Satlinmas dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2021.

Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan berkorelasi dengan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi. 

Penurunan kedisiplinan masyarakat yang terjadi pada periode libur akhir tahun 2020, dan libur di pertengahan tahun 2021 lalu menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan di Indonesia.

“Untuk mengatasi hal tersebut, tentu dibutuhkan kerjasama teknis dan kerjasama komunikasi dari berbagai unsur. Satpol PP dan Satlinmas merupakan unsur yang dekat dengan masyarakat, dan sangat paham dengan dinamika yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Baca juga: Bertemu Kardinal Suharyo, Moeldoko Sampaikan Kebijakan Pemerintah Soal Natal dan Tahun Baru

Direktur Jenderal Bina Administrasi dan Kewilayahan Kemendagri Safrizal mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam posisi yang krusial dalam penanganan Covid-19

“Kita berada pada kondisi seolah-olah kita menang. Ini hanya kamuflase,” tegasnya.

Safrizal mengingatkan jangan sampai data yang menunjukkan angka kasus yang melandai, dan peringkat Indonesia yang tinggi di antara negara-negara di dunia dalam penanganan COVID-19 membuat masyarakat berpuas diri. 

“Justru hari ini kita harus memperkuat komitmen, menyatukan langkah, perbuatan, dan melakukan sesuatu agar kondisi ini dapat bertahan selama mungkin, dan sebaik mungkin di tengah munculnya berbagai macam varian termasuk varian Omicron,” ujarnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas