Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Era Pandemi Kaum Milenial dan Perempuan Harus Melek Teknologi

Ketua Program Studi Produksi Media Vokasi UI Rahmi Setiawati mengatakan kondisi pandemi membuat pelaku UKM perlu mengubah strategi agar dapat bertahan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Era Pandemi Kaum Milenial dan Perempuan Harus Melek Teknologi
ist
Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) kegiatan pengabdian masyarakat terkait creative digital marketing kepada para pelaku UKM. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) mendorong kaum milenial dan perempuan pelaku UKM di Kota Depok melek teknologi dalam berwirausaha.

Hal ini agar pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) milenial dan perempuan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di masa pandemi Covid-19.

Ketua Program Studi Produksi Media Vokasi UI, Rahmi Setiawati mengatakan kondisi pandemi membuat pelaku UKM perlu mengubah strategi agar dapat bertahan dalam menjalankan usahanya. Diperlukan strategi baru melalui pendekatan teknologi pada usahanya.

Baca juga: 360 Sekolah di 10 Kawasan Sukses Adopsi Teknologi Digital

Untuk itu, perlu dilakukan kegiatan yang bertujuan memberikan peningkatan kapasitas kemandirian bagi para pelaku UKM, salah satunya dengan melakukan pelatihan tentang creative digital marketing.  

"Tujuan kegiatan ini di antaranya membangun kesadaran wirausaha dengan menerapkan perkembangan teknologi digital yang menyebabkan produk dengan cepat diterima oleh pangsa pasar dan dapat diakses melalui platform digital," ujar Rahmi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun, Minggu (26/12/2021).

Sebagai tahap awal kegiatan lanjut Rahmi telah dilakukan pemetaan potensi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya Kota Depok, Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sasaran untuk wilayah Cimanggis adalah mendorong peningkatan kapasitas kelompok milenial untuk berwirausaha melalui kegiatan bersama dengan lembaga pendidikan non formal Bina Mutu Bangsa.

Kaum milenial Cimanggis diberi pelatihan tentang membangun kemasan makanan dan penentuan nama atau merek pada produk kuliner yang dihasilkan.

Dari Bina Mutu Bangsa juga melatih mereka keterampilan memasak untuk produk kuliner, yaitu bakso malang.

Sedangkan program untuk Kecamatan Sukmajaya sasarannya adalah kelompok perempuan, dengan dominan adalah ibu-ibu melalui komunitas rajutan.

Mereka diberi pelatihan tentang marketing digital sehingga produk hasil rajutan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Sementara materi keterampilan fokus pada teknik merajut bekerja sama dengan Charlie Rajut.

Baca juga: Citra Satelit dan Intelijen AS Ungkap Arab Saudi Buat Teknologi Rudal Balistik dengan Bantuan China

"Pengembangan produk kuliner dan rajutan dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang mengembangkan produk yang kreatif dan marketplace untuk mengembang produk para pelaku UKM," kata Rahmi.

Menurut Rahmi, dampak dari program ini akan dapat dirasakan secara langsung manfaatnya, baik secara mikro yaitu peningkatan kemandirian dan kesejahteraan keluarga, maupun secara makro yakni memberikan peningkatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

"Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan community development dengan sasaran kelompok milenial dan kelompok perempuan, khususnya para ibu rumah tangga, akan mengoptimalkan potensi SDM yang menghasilkan kreativitas dan produk unggulan sehingga dapat meningkatkan perekonomian," ujar Rahmi.

Diharapkan kata Rahmi pada masa mendatang kegiatan tersebut tetap berlanjut karena peran lembaga pendidikan sebagai penggerak dalam membentuk community development melalui instrumen pendampingan, sebagai faktor penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan kualitas kehidupannya.

"Pada akhirnya, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini maka akan dapat mengembangkan potensi UKM, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku (pemilik), tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Dampak lain, dapat menjadi sentra pendidikan bagi pelaku UKM untuk pengembangan usaha, yang juga merupakan representasi pembinaan dan pemberdayaan UKM di Depok," ujar Rahmi.

Baca juga: Fokus pada Teknologi dan Digital, John Riady Sebut Lippo Mulai Investasi di Startup Sejak 2014

Sementara itu CEO Bina Mutu Bangsa Adjie Gumelar menyebutkan, pihaknya telah lama menjalankan program Program Kecakapan Wirausaha (PKW), dimana program ini menjadikan para usia produktif yang belum/tidak bekerja, bisa memiliki usaha. Pesertanya rata-rata berusia 18-25 tahun, dan diisi oleh 20-30 orang setiap batchnya.

Camat Sukmajaya Ferry Birowo juga mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan membantu semakin berkembangnya kelompok usaha kaum perempuan yang akan menciptakan ketahanan ekonomi bagi keluarganya, khususnya di era pandemi ini.

"Dengan tumbuhnya kelompok-kelompok usaha dengan sendirinya dapat meningkatkan perekonomian wilayah," kata Ferry. (Willy Widianto)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas