Pertemuan Menteri Ekonomi Digital Negara G20 Hasilkan Kesepakatan 'Chair Summary'
Johnny G Plate dalam jumpa pers di The Mulia, Nusa Dua, Bali, Kamis (1/9/2022) sore mengatakan, dokumen 'Chair Summary' itu terbagi dalam dua bagian.
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Pertemuan Menteri Ekonomi Digital Negara G20 atau
Digital Economy Ministers Meeting (DEMM) akhirnya menghasilkan sebuah dokumen kesepakatan yang dinamakan 'Chair Summary'.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate dalam jumpa pers di The Mulia, Nusa Dua, Bali, Kamis (1/9/2022) sore mengatakan, dokumen 'Chair Summary' itu terbagi dalam dua bagian.
Bagian pertama membahas kesepakatan kesepakatan substantif yang tercapai antara para menteri bidang ekonomi digital di tiga isu prioritas DEWG Presidensi Indonesia.
Baca juga: 14 Perusahaan Digital Teknologi Ikut Meriahkan Ajang DEWG G20 di Bali
Menurut Johnny, semua anggota G20 satu suara soal tiga isu krusial bidang digitalisasi.
Isu yang dimaksud yakni konektivitas dan pemulihan pasca Covid-19, keamanan dan literasi digital, serta pertukaran data (cross border).
Kemudian, pertemuan para Menteri Ekonomi Digital Negara G20 juga sepakat agar penguatan konektivitas digital harus bersifat people center.
Pertemuan juga menyepakati pentingnya keamanan digital sebagai kunci keberlanjutan bisnis.
Selain itu pertemuan para menteri itu juga menyambut baik berbagai inisiatif Presidensi G20 Indonesia seperti G20 Digital Innovation Network (DIN), G20 Digital Transformation Expo (DTE), dan smart village and smart island initiative bersama dengan The International Telecommunication Union (ITU).
Adapun pembahasan kedua berupa rangkuman atas pembahasan delegasi dalam menyikapi tantangan global.
"Terdapat rangkuman dinamika pembahasan dalam menyikapi tantangan global," kata Johnny.
Pertemuan tersebut juga menyambut baik adanya inovasi seperti inovasi digital atau G20 Digital Innovation Network, G20 Digital Transformation Expo dan Initiatives Small City and Small Island dengan International Telecommunication Union (ITU).
Kedua, untuk isu kecakapan digital dan literasi digital, DEMM berhasil menyusun petunjuk teknis (toolkits) tentang kecakapan digital dan literasi digital.
Baca juga: Kemajuan Transformasi Digital Indonesia Unjuk Gigi di Forum DEWG Ke-4 Bali
Harapannya petunjuk tersebut bisa jadi pedoman kebijakan pembuatan kecakapan digital dan literasi digital di negara-negara G20.
Ini sekaligus bisa mengurangi kesenjangan kecakapan dan literasi digital antar negara.
Untuk isu ketiga, DEMM mengapresiasi usulan Indonesia untuk topik data flow with trust dan cross border data flow.
Antara lain hal tersebut harus dibarengi dengan keadilan, transparansi dan keabsahan.
DEMM juga mengapresiasi Presidensi G20 yang melakukan workshop yang melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam membahas pentingnya tata kelola data.
Pertemuan tersebut juga membahas dinamika dunia terutama konflik di Ukraina.
Indonesia sendiri memahami kondisi tersebut, namun untuk menyelesaikan persoalan itu, maka pembahasan hanya difokuskan pada isu ekonomi saja.
Johnny menyatakan kesepakatan "Chair Summary" ini nantinya akan menjadi bahan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dibawa di ajang yang lebih tinggi, yakni Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Bali pada November 2022 mendatang.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.