Tribun Techno

Langgar Kebijakan Konten, TikTok Hapus 113 Juta Video

Pihak TikTok mengatakan bahwa alasan dibalik penghapusan 113 juta video, dikarenakan melanggar kebijakan seputar keamanan.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Langgar Kebijakan Konten, TikTok Hapus 113 Juta Video
tangkap layar dari theverge.com
TikTok telah menghapus lebih dari 113 juta video pada April hingga Juni tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – TikTok pada Rabu (28/9/2022) mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 113 juta video pada April hingga Juni tahun ini.

“113 juta hanya mewakili sekitar 1 persen dari total video yang diunggah selama periode tiga bulan,” kata TikTok, yang dikutip oleh The Verge, Kamis (29/9/2022)

Pihak TikTok mengatakan bahwa alasan dibalik penghapusan 113 juta video, dikarenakan melanggar kebijakan seputar keamanan.

Baca juga: Cara Melihat Koin TikTok pada Aplikasi, Beserta Bagaimana Membelinya

Sementara alasan lainnya, termasuk kegiatan ilegal, konten pornografi. dan berbagai aktivitas yang dilarang oleh platform tersebut.

Hampir 96 persen video dalam periode tiga bulan telah dihapus sebelum pengguna lain melaporkannya ke TikTok.

Perusahaan menggunakan alat otomatis dan tinjauan manusia untuk menyaring konten yang dapat melanggar pedoman pengguna.

“Memanfaatkan teknologi mesin pencarian sangat berdampak dalam hal melawan informasi yang salah dan berbahaya,” kata perusahaan itu.

“Kami memperluas kapasitas kami untuk beralih dengan cepat pada sistem kami, mengingat sifat misinformasi yang berubah dengan cepat, terutama jika terdapat krisis atau peristiwa tertentu,” imbuhnya.

Baca juga: TikTok Digugat Rp 3 Miliar oleh Pengguna Asal Bekasi Gara-gara Blokir Akun

Awal tahun ini, ketika Rusia menginvasi Ukraina, TikTok berjuang untuk menahan penyebaran konten perang yang menyesatkan dan palsu, yang berkembang biak di platform dan akhirnya melarang video dari Rusia serta memperkenalkan label media pemerintah.

Dalam persiapan untuk pemilihan paruh waktu AS pada bulan November, TikTok mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan melarang semua penggalangan dana politik dan mengharuskan akun pemerintah, politisi, dan partai politik untuk mengajukan verifikasi di platform.

Pengumuman tersebut sebagai upaya TikTok untuk mengendalikan misinformasi pemilu dan iklan politik.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas