Tribun Techno

Perang Dingin Mereda, Apple Lanjutkan Kontrak Iklan di Twitter

CEO Twitter Elon Musk mengumumkan dilanjutkannya kerjasama kontrak iklan antara Twitter dan Apple Inc.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Perang Dingin Mereda, Apple Lanjutkan Kontrak Iklan di Twitter
IST
Apple Inc. kembali melanjutkan kerjasama kontrak iklan di Twitter setelah sebelumnya muncul ketegangan diantara kedua perusahaan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Apple Inc. kembali melanjutkan kerjasama kontrak iklan di Twitter, pengumuman ini dirilis Elon Musk usai CEO platform berlogo burung biru itu bertandang ke kantor Apple Park Campus yang berada di Cupertino, California, AS.

Berita tersebut merupakan sinyal lebih lanjut dari de-eskalasi perang antara pengiklan dan Twitter yang awal pekan lalu sempat memanas.

Miliarder kondang itu tidak merinci lebih jauh terkait kembalinya Apple sebagai pengiklan Twitter.

Namun usai bertemu dengan Chief Executive Officer Apple Inc Tim Cook di kantor pusat pembuat iPhone, pada Sabtu (3/12/2022 ) Musk mengungkap bahwa Apple merupakan salah satu investor iklan terbesar di Twitter.

Melalui postingan video yang diunggah di akun Twitternya Musk menjelaskan bahwa hubungan antara Twitter dengan Apple telah membaik, mengingat sebelumnya kedua perusahaan teknologi ini saling melemparkan tuduhan yang memicu munculnya kesalahpahaman.

“Terimakasih Tim Cook, percakapan yang baik untuk menyelesaikan kesalahpahaman tentang Twitter yang berpotensi dihapus dari App Store. Tim menjelaskan bahwa Apple tidak pernah mempertimbangkan untuk melakukannya.” ujar Elon Musk lewat cuitan di akun Twitternya.

Sebelumnya Elon Musk sempat menuduh Apple Inc telah mengancam akan memblokir Twitter dari toko aplikasi App Store.

Dalam rangkaian konfrontasi yang di cuitkan Elon Musk pihaknya juga menyebut bahwa Apple telah berhenti beriklan di platform Twitter.

Baca juga: Apple Dorong TSMC Garap Chip Berteknologi 4nm di Pabrik Arizona

"Apple juga telah mengancam untuk menahan Twitter dari App Store-nya, tapi tidak ingin mengatakan alasannya kepada kami," kata Musk.

Konfrontasi ini muncul tepat setelah Elon Musk  melonggarkan aturan moderasi konten dari kebencian, sikap fanatisme dan berita palsu dengan memberikan amnesti atau pengampunan pada akun – akun yang terkena ban atau diblokir secara permanen.

Baca juga: Elon Musk Ajak Pimpinan Spotify dan Epic Games Lawan Kebijakan Apple

Sayangnya pasca perubahan ini, konten rasisme meningkat drastis hingga sejumlah pengiklan besar kompak meninggalkan Twitter, termasuk Apple.

Namun usai Elon Musk berjanji membawa perubahan besar di platform barunya,  Apple kembali memperkuat mitranya dengan Twitter.

Amazon juga dilaporkan turut melanjutkan periklanan di Twitter dengan menyuntikan dana segar sebesar 100 juta dolar AS  per tahun atau sekitar Rp 1,5 triliun (satuan Kurs Rp 15.428), mengutip dari Reuters.

Baca juga: Apple Ancam Blokir Twitter, Elon Musk: Kami akan Buat Ponsel Khusus 

Dengan kembalinya para investor iklan ke dalam platform Twitter, Musk berharap agar pihaknya dapat mempercepat rencana untuk menghidupkan kembali program verifikasi perusahaan pada minggu depan.

Sebelumnya layanan ini diundur perilisannya pada pertengahan bulan kemarin akibat melonjaknya kasus hoax di Twitter.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas