Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Baru Sehari Rilis, Twitter Ancam akan Gugat Meta Pasca Peluncuran Aplikasi Threads

Twitter akhir-akhir ini sedang mendapat banyak sorotan, terlebih saat Elon Musk memutuskan untuk membatasi jumlah tweet yang dapat dibaca penggunanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Baru Sehari Rilis, Twitter Ancam akan Gugat Meta Pasca Peluncuran Aplikasi Threads
apps.apple.com
Tampilan Threads, aplikasi terbaru Meta 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Twitter mengancam akan menggugat Meta Platform Inc pasca peluncuran aplikasi Threads pada Kamis (6/7/2023).

Seorang pengacara yang mewakili Twitter, Alex Spiro mengirimkan surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg dan menuduh perusahaan tersebut melakukan pencurian rahasia dagang melalui perekrutan mantan karyawan Twitter.

“Twitter bermaksud untuk menegakkan hak kekayaan intelektualnya secara ketat,” kata Spiro.

“Kami menuntut agar Meta mengambil langkah segera untuk berhenti menggunakan rahasia dagang Twitter atau informasi yang sangat rahasia lainnya,” sambungnya.

Baca juga: Threads: Instagram luncurkan aplikasi untuk menyaingi Twitter

Sementara itu, Juru bicara Meta Andy Stone dengan tegas menolak surat tersebut.

"Tidak seorang pun di tim teknik Threads adalah mantan karyawan Twitter,” ujar Stone.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak seperti beberapa rival Twitter, aplikasi Threads mengalami pertumbuhan pesat, dengan Zuckerberg melaporkan 30 juta pengguna mendaftar di hari pertama peluncuran. Pada Kamis (6/7/2023) sore, Threads menduduki daftar puncak aplikasi yang dapat diunduh secara gratis di iOS App Store.

Pembatasan Twitter

Sebagaimana diketahui, Twitter akhir-akhir ini sedang mendapat banyak sorotan, terlebih saat Elon Musk memutuskan untuk membatasi jumlah tweet yang dapat dibaca penggunanya.

Musk mengatakan pembatasan ini bertujuan untuk mengatasi tingkat ekstrim pengikisan data dan manipulasi sistem.

Setelah berhasil mengakuisisi Twitter pada Oktober tahun lalu, Musk telah mengubah platform media sosial, mengasingkan pengiklan dan beberapa pengguna profil tertinggi.

Awal pekan ini, Twitter juga telah meluncurkan layanan TweetDeck versi baru yang membawa fitur lebih lengkap. Namun layanan ini hanya akan tersedia untuk pengguna yang terverifikasi atau dengan kata lain pengguna yang berlangganan secara bulanan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas