Google Pangkas Kuota Penggunaan Gratis Fitur AI di Gemini dan Nano Banana
Google menjelaskan bahwa batas penggunaan harian nantinya bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai periode waktu,
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Google mengurangi kuota penggunaan AI untuk pengguna gratis akibat lonjakan permintaan.
- Pengurangan kuota gratis termasuk batas interaksi Gemini 3 Pro yang kini bersifat dinamis dan hanya 2 gambar/hari untuk Nano Banana Pro.
- Google kini menawarkan tiga tier layanan AI: Gratis (batas sangat ketat), Pro (Rp49.000/bulan dengan kapasitas jauh lebih besar), dan Ultra (Rp149.000/bulan dengan fitur maksimal seperti Agent dan Deep Think).
TRIBUNNEWS.COM - Kabar kurang mengenakkan bagi para pengguna akun gratis layanan kecerdasan buatan (AI) Google pada awal bulan Desember ini.
Hal ini terjadi lantaran raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini, baru saja mengumumkan pengurangan kuota penggunaan bagi mereka yang tidak berlangganan Google AI Pro.
Langkah ini diambil menyusul respons luar biasa dari masyarakat global terhadap fitur AI pada Gemini 3 Pro dan Nano Banana Pro yang melampaui proyeksi awal perusahaan.
Sebelumnya, pemegang akun gratis dapat melakukan hingga lima interaksi harian dengan Gemini 3 Pro serta membuat atau mengedit maksimal tiga gambar melalui Nano Banana Pro.
Namun, pembaruan terkini memperketat kontrol guna mengelola lonjakan permintaan pengguna.
Dalam tier akses "Basic" baru untuk Gemini 3 Pro (Thinking), batasan angka spesifik telah dihilangkan.
Google menjelaskan, batas penggunaan harian nantinya bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai periode waktu.
Kebijakan terbaru Google ini mengindikasikan kuota akan berfluktuasi secara dinamis berdasarkan permintaan pengguna pada saat itu.
Sementara itu, kuota harian pengguna gratis untuk alat gambar Nano Banana Pro dikurangi menjadi hanya dua gambar.
Diperkirakan setelah kuota ini habis, sistem akan beralih otomatis ke model Nano Banana standar.
Pembatasan serupa juga berlaku di platform lain seperti NotebookLM.
Fitur pembuatan Infografis dan Slide Decks untuk sementara dinonaktifkan bagi pengguna gratis.
Baca juga: Dorong Transisi Energi, PLN dan Huawei Kembangkan Pembangkit Berbasis AI
Meskipun fitur tersebut, tetap tersedia untuk pelanggan tier Pro, mereka juga dikenai batas penggunaan tertentu.
Google menjelaskan, perubahan mendadak ini disebabkan oleh lonjakan aktivitas yang memberi tekanan berat pada infrastruktur perusahaan.
"Karena peningkatan penggunaan yang signifikan, kami menghadapi masalah pemrosesan berat, yang menjadi alasan penyesuaian batas penggunaan saat ini," demikian pernyataan resmi perusahaan, seraya berjanji mempercepat upaya pemulihan kondisi ke keadaan normal sesegera mungkin.
Adapun berikut deskripsi singkat terkait tiga tingkatan tier layanan AI yang kini ditawarkan Google melalui Gemini ataupun Nanon Banana:
1. Gemini Gratis: Cukup untuk Penggunaan Harian Sederhana
Bagi yang belum berlangganan, Google tetap menyediakan akses Gemini Gratis dengan batasan ketat.
Model utamanya, Gemini 3 Pro (Thinking Mode), hanya bisa diakses dalam jumlah prompt sangat terbatas per hari dan sering berubah sesuai kebijakan Google.
Fitur lain yang tersedia:
- Context window 32 ribu token (jauh lebih kecil dibanding tier berbayar).
- Image generation via Nano Banana (100 gambar/hari) dan Nano Banana Pro (hanya 2 gambar/hari).
- Deep Research terbatas 5 laporan/bulan dengan model Fast.
- Video generation dan Agent (fitur eksperimen) tidak tersedia.
Meski gratis, tier ini cocok untuk pengguna kasual yang hanya butuh bantuan cepat seperti menjawab pertanyaan atau mengedit teks singkat.
2. Google AI Pro: Untuk Profesional yang Butuh Performa Tinggi
Menggantikan nama Gemini Advanced, Google AI Pro dipatok dengan biaya langganan Rp49.000/bulan.
Google AI Pro ini bisa dibilang menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin eksplorasi lebih dalam di bidang AI.
Berikut keunggulannya:
- 100 prompt/hari untuk Gemini 3 Pro (Thinking Mode)—cocok untuk analisis kompleks.
- Akses penuh ke Gemini 2.5 Flash (model cepat) tanpa batas harian.
- Context window 1 juta token (25x lebih besar dari tier gratis), memungkinkan pemrosesan dokumen panjang.
- 20 laporan Deep Research/hari dengan model 3 Pro Thinking (vs 5 laporan/bulan di tier gratis).
- 1.000 gambar/hari via Nano Banana dan 100 gambar/hari via Nano Banana Pro.
- 3 video/hari dengan Veo 3.1 Fast dan 20 audio overview/hari.
Adapun kekurangan fitur Google AI Pro dibandingkan tier di atasnya adalah keberadaan Agent dan Deep Think dengan konteks 192k yang belum tersedia.
Kekurangan ini pun menjadikan tier ini kurang ideal untuk tugas otomatisasi berat.
3. Google AI Ultra: Tier Premium untuk Pengguna "Powerhouse"
Di tier teratas, Google memberikan layanan AI Ultra dengan harga langganan sekitar Rp149.000/bulan.
Google AI Ultra sendiri bisa dibilang jawaban bagi para developer, peneliti, ataupun pelaku bisnis yang butuh kemampuan AI maksimal.
Ini fitur yang membuatnya spesial:
- 500 prompt/hari untuk Gemini 3 Pro (Thinking Mode)—5x lipat tier Pro.
- Fitur Agent eksklusif: Hingga 200 permintaan/hari dengan 3 agent bisa jalan bersamaan, memungkinkan otomatisasi multitasking (misal: riset pasar + analisis data + pembuatan laporan sekaligus).
- Deep Think: Hingga 10 prompt/hari dengan konteks 192k token, ideal untuk simulasi skenario kompleks.
- 200 laporan Deep Research/hari dan 200 audio overview/hari—10x lipat tier Pro.
- 1.000 gambar/hari untuk Nano Banana Pro (vs 100 di tier Pro) dan 5 video/hari via Veo 3.1 preview (kualitas lebih tinggi).
Selain itu, Anda bisa membuat slide/presentasi generation tanpa batas di tier layanan ini.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.