Instagram Buka Peluang Video Panjang dan Kontrol Penuh Feed Pengguna
Instagram mempertimbangkan video berdurasi panjang dan fitur baru agar pengguna bisa mengatur feed mereka sendiri.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Instagram membuka peluang menghadirkan video berdurasi panjang demi menyesuaikan perubahan kebutuhan pengguna.
- Adam Mosseri menyebut konten long-form berpotensi hadir jika relevan dengan ekosistem Instagram.
- Fitur Your Algorithm memberi pengguna kontrol lebih besar dalam menentukan konten di feed.
TRIBUNNEWS.COM - Instagram kembali memberi sinyal perubahan besar pada platformnya.
Kali ini, perubahan tersebut berkaitan dengan kemungkinan hadirnya video berdurasi panjang atau long-form video, serta kontrol yang lebih luas bagi pengguna untuk mengatur konten yang muncul di feed mereka.
Selama ini, Instagram dikenal sebagai platform yang fokus pada konten visual singkat, terutama foto dan video pendek seperti Reels.
Bahkan, perusahaan sempat menegaskan bahwa video berdurasi panjang bukanlah arah yang ingin mereka ambil, karena format tersebut sudah menjadi “wilayah” platform lain seperti YouTube.
Namun, pandangan ini mulai melunak.
Head Instagram, Adam Mosseri, dalam sebuah wawancara dengan Semafor, mengakui bahwa kebutuhan pengguna dan kreator bisa saja berubah.
Ia menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan Instagram suatu hari membutuhkan konten premium dan video berdurasi panjang agar tetap relevan.
Menurut Mosseri, saat ini konten panjang memang belum cocok dengan karakter Instagram yang mengutamakan variasi cepat.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bisa berubah di masa depan.
Selain soal video panjang, Instagram juga tengah menyiapkan perubahan besar dalam cara pengguna mengontrol feed mereka.
Meta, perusahaan induk Instagram, baru saja memperkenalkan fitur bernama Your Algorithm.
Baca juga: Justin Hubner Resmi Lamar Jennifer Coppen, Unggah Momen Romantis di Instagram
Fitur ini dirancang untuk memberi gambaran kepada pengguna tentang minat apa saja yang dianggap penting oleh algoritma Instagram.
Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat daftar minat utama dan terbaru versi Instagram.
Tidak hanya itu, pengguna juga diberi kesempatan untuk memengaruhi algoritma secara langsung, misalnya dengan memilih topik yang ingin lebih sering atau lebih jarang muncul di Reels.
Langkah ini dianggap sebagai respons atas keluhan pengguna yang merasa feed mereka dipenuhi konten yang tidak relevan atau bukan dari akun yang mereka ikuti.
Mosseri menyebut bahwa fitur ini baru langkah awal. Ke depan, Instagram berencana menghadirkan cara yang jauh lebih mendasar agar pengguna bisa “membentuk” feed mereka sendiri.
Pengguna nantinya diharapkan dapat secara aktif memberi tahu apa yang mereka inginkan, baik untuk menemukan informasi, memperdalam pencarian, maupun membuat konten sesuai preferensi pribadi.
Jika rencana ini benar-benar terwujud, Instagram berpotensi mengalami perubahan besar, baik dari sisi jenis konten maupun pengalaman pengguna.
Platform ini tidak lagi hanya menyajikan apa yang dipilih algoritma, tetapi juga memberi ruang lebih besar bagi pengguna untuk menentukan sendiri apa yang ingin mereka lihat.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.