YouTube Shorts Kini Bisa Bikin Avatar Mirip Diri Sendiri
YouTube menghadirkan fitur avatar AI yang bisa meniru wajah dan suara pengguna untuk konten Shorts.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- YouTube meluncurkan fitur avatar AI yang meniru wajah dan suara pengguna.
- Avatar dapat digunakan untuk membuat video Shorts berbasis prompt.
- Fitur dilengkapi watermark dan hanya tersedia untuk pengguna 18+.
TRIBUNNEWS.COM - Platform video YouTube kembali menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kali ini, fitur terbaru memungkinkan pengguna membuat avatar digital yang dapat meniru wajah dan suara mereka untuk digunakan dalam konten YouTube Shorts.
Fitur ini diumumkan sebagai bagian dari pengembangan teknologi AI yang semakin terintegrasi dalam ekosistem YouTube.
Dengan fitur ini, pengguna dapat membuat avatar realistis hanya dengan melakukan proses perekaman singkat berupa selfie video dan suara.
Menurut laporan 9to5google, proses pembuatan avatar dimulai dengan merekam wajah serta membaca beberapa kalimat yang disediakan oleh sistem.
Dari data tersebut, sistem AI akan menghasilkan avatar yang menyerupai pengguna secara visual sekaligus meniru suara mereka.
Avatar yang dihasilkan bersifat fotorealistik dan dapat digunakan dalam pembuatan video Shorts.
Setiap video berbasis avatar dapat dibuat berdasarkan perintah atau prompt dengan durasi hingga 8 detik.
Namun, pengguna dapat menggabungkan beberapa klip untuk membuat video yang lebih panjang.
Fitur ini merupakan kelanjutan dari pengembangan teknologi video AI milik Google, termasuk model Veo yang sebelumnya telah digunakan dalam pembuatan konten otomatis.
Berbeda dari fitur sebelumnya, keunggulan utama kali ini adalah kemampuan untuk meniru suara pengguna, bukan hanya visual.
Baca juga: Coachella 2026 Bisa Ditonton di YouTube, Hadir dengan 4K dan Multiview
YouTube menyatakan bahwa fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna menampilkan diri mereka dalam video dengan cara yang lebih aman.
Dengan menggunakan avatar, pengguna tidak perlu selalu tampil langsung di depan kamera.
Dari sisi keamanan, YouTube memastikan bahwa data wajah dan suara yang digunakan hanya untuk keperluan pembuatan avatar.
Selain itu, avatar yang dibuat tidak dapat digunakan oleh orang lain untuk membuat konten baru.
Pengguna juga memiliki kontrol penuh atas avatar tersebut. Avatar dapat dihapus kapan saja, dan jika tidak digunakan selama tiga tahun, sistem akan menghapusnya secara otomatis.
Meski demikian, video yang sudah dibuat dengan avatar tetap akan tersedia hingga pengguna menghapusnya secara manual.
Untuk menjaga transparansi, setiap video yang menggunakan avatar AI akan dilengkapi watermark dan label digital seperti SynthID dan C2PA.
Selain itu, akan ada penanda khusus yang menunjukkan bahwa konten tersebut dibuat dengan bantuan AI.
Fitur ini mulai diluncurkan secara global, meskipun belum tersedia di wilayah Eropa.
YouTube juga menetapkan bahwa hanya pengguna berusia 18 tahun ke atas yang dapat mengakses fitur ini, dan harus memiliki kanal YouTube terlebih dahulu.
Dengan hadirnya teknologi ini, YouTube semakin memperluas penggunaan AI dalam pembuatan konten, sekaligus membuka cara baru bagi pengguna untuk berekspresi secara kreatif di platform tersebut.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.