Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Saham Apple Bergerak Naik, Meski Masih Hadapi Kendala Pasokan

Saham Apple naik tipis usai laporan Q2 2026, sempat melonjak lebih dari 5% di perdagangan setelah jam bursa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Saham Apple Bergerak Naik, Meski Masih Hadapi Kendala Pasokan
Apple Insider
Saham Apple naik tipis usai laporan Q2 2026, sempat melonjak lebih dari 5% di perdagangan setelah jam bursa. 

Ringkasan Berita:
  1. Saham Apple naik tipis setelah laporan keuangan Q2 2026
  2. Sempat melonjak lebih dari 5 persen di perdagangan setelah jam bursa
  3. Apple optimistis, meski masih hadapi kendala pasokan Mac

TRIBUNNEWS.COM - Saham perusahaan teknologi Apple mengalami kenaikan tipis setelah merilis laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026. 

Kenaikan ini terjadi dalam perdagangan setelah jam bursa, seiring pasar mulai mencerna hasil kinerja perusahaan dan proyeksi ke depan.

Informasi ini dilaporkan oleh 9to5Mac dalam artikel yang dipublikasikan pada 1 Mei 2026. 

Dalam laporan tersebut, saham Apple sempat mengalami fluktuasi sebelum akhirnya ditutup dengan kenaikan terbatas.

Pada penutupan perdagangan reguler, saham Apple berada di level 271,35 dolar AS atau naik sekitar 0,44 persen. 

Namun, setelah laporan keuangan dirilis, pergerakan saham sempat turun hingga 1,24 persen sebelum berbalik arah dan melonjak hingga 5,36 persen. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pada akhir perdagangan setelah jam bursa, kenaikan saham Apple bertahan di kisaran 1,86 persen.

Pergerakan ini terjadi setelah manajemen Apple memberikan paparan terkait kinerja perusahaan serta prospek untuk kuartal berikutnya. 

CEO Tim Cook bersama CFO Kevan Parekh memimpin konferensi yang membahas hasil kinerja kuartal kedua sekaligus outlook untuk Q3 2026.

Dalam pemaparannya, Apple menyampaikan optimisme terhadap permintaan produk, terutama untuk lini iPhone serta layanan digital yang terus berkembang. 

Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa roadmap produk ke depan masih menunjukkan potensi pertumbuhan.

Baca juga: Apple Dirumorkan Hapus MagSafe dari iPhone, Ini Alasannya

Meski demikian, Apple juga mengakui adanya tantangan yang masih dihadapi, khususnya terkait pasokan. 

Beberapa model Mac disebut mengalami keterbatasan suplai, yang dipicu oleh tingginya permintaan pasar serta keterbatasan ketersediaan memori.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh investor dalam menilai kinerja Apple ke depan. 

Namun secara keseluruhan, respons pasar terhadap laporan keuangan Apple cenderung positif, setidaknya pada tahap awal setelah pengumuman.

Jika tren optimisme ini berlanjut saat perdagangan normal dibuka kembali, saham Apple berpotensi mendekati bahkan melampaui rekor penutupan tertinggi sebelumnya, yakni 285,92 dolar AS yang tercatat pada 2 Desember 2025.

Pergerakan saham ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis Apple, meskipun masih dibayangi sejumlah tantangan operasional.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas